kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Achmad Zaky mundur, ini kisahnya merintis Bukalapak


Senin, 09 Desember 2019 / 20:22 WIB
ILUSTRASI. Achmad Zaky, CEO dan Pendiri Bukalapak


Reporter: Riset Kontan, SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Achmad Zaky mundur sebagai chief executive officer (CEO) Bukalapak. Mulai 6 Januari 2020, ia tidak lagi menjadi nakhoda perusahaan e-commerce yang dia dirikan itu.

Zaky termasuk salah seorang pelopor di industri e-commerce lokal. Lewat kerja kerasnya, ia berhasil membangun situs perdagangan elektronik bertajuk Bukalapak pada 2010 lalu.

Berasal dari keluarga sederhana, tidak lantas membuat pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, ini minder untuk mewujudkan keinginan membangun sesuatu yang berguna bagi banyak orang.

Baca Juga: Achmad Zaky mundur, Bukalapak punya CEO baru

Mahasiswa lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini berhasil membuat situs e-commerce yang bisa mewadahi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya sampai seluruh Indonesia dengan biaya rendah.

Zaky merintis Bukalapak bersama temannya, Nugroho Herucahyono. Sebelum mendirikan Bukalapak, Zaky dan Nugroho sejatinya sudah punya perusahaan bernama Suitmedia.

Mereka menyediakan jasa kreatif konsultasi untuk perusahaan rintisan atau startup. Zaky dan Nugroho lalu merintis bisnis e-commerce dengan modal yang mereka kumpulkan dari Suitmedia.

Baca Juga: Achmad Zaky mundur, begini fokus Bukalapak di bawah CEO baru

Saat itu, keduanya hanya memiliki modal Rp 200 juta untuk membangun usaha itu. Uang tersebut Zaky dan Nugroho pakai untuk pembuatan website, sewa tempat, dan membeli peralatan kantor.

Keputusannya terjun ke bisnis e-commerce termasuk berani. Sebab kala itu, belum ada pemain e-commerce di Indonesia. "Iklimnya juga tidak semeriah sekarang," kata Zaky kepada Kontan awal 2015 lalu.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×