kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

Adevegroup Bidik Industri Herbal dan Pangan, Perluas Akses Bahan Baku


Kamis, 05 November 2026 / 20:27 WIB
Adevegroup Bidik Industri Herbal dan Pangan, Perluas Akses Bahan Baku
ILUSTRASI. Adevegroup Bidik Industri Herbal dan Pangan, Perluas Akses Bahan Baku (Dok/Adevegroup )


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Adevegroup mengembangkan bisnis distribusi bahan baku dan layanan ekspor untuk menyasar pelaku usaha di sektor herbal, makanan, dan suplemen. 

Melalui dua platform, Bahanbakukiloancom dan 11brotherhoodcom, perusahaan berupaya memperluas akses bahan baku bagi produsen skala kecil sekaligus membuka jalur pemasaran ke pasar Asia Tenggara.

Pendiri dan CEO adevegroup Adam Muhammad Ghifari mengatakan, pengembangan kedua platform tersebut dilatarbelakangi kendala yang dihadapi produsen kecil dan menengah, mulai dari keterbatasan akses pembelian bahan baku dalam jumlah kecil hingga kesulitan menjangkau pasar ekspor.

"Banyak pabrik kecil dan menengah punya produk bagus, tetapi terhambat di dua ujung. Di awal, mereka kesulitan membeli bahan baku dalam jumlah kecil. Di akhir, mereka tidak tahu cara masuk ke pasar luar negeri. Kami ingin membantu mengatasi kedua kendala tersebut," kata Adam dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Melalui Bahanbakukiloan.com yang dikelola PT Duatama Bersaudara Asia, adevegroup menyediakan bahan baku dengan pembelian mulai dari 1 kilogram. Model bisnisnya dilakukan dengan membeli bahan baku dari produsen dalam volume besar, kemudian menjualnya kembali dalam kemasan yang lebih kecil.

Baca Juga: Produk Herbal Indonesia Raup Kesepakatan Bisnis Rp 2,5 Miliar di Arab Saudi

Produk yang ditawarkan meliputi ekstrak herbal, bubuk buah dan sayuran, perisa, pewarna, pemanis, bahan tambahan pangan, bahan fungsional, hingga bahan baku kosmetik. Ketersediaan dalam kuantitas kecil diharapkan membantu produsen melakukan pengembangan formula, pembuatan sampel, maupun memenuhi pesanan tanpa harus membeli bahan baku dalam jumlah besar.

Untuk mendukung kebutuhan industri, Bahanbakukiloan.com menargetkan penyediaan Certificate of Analysis (COA) bagi setiap bahan melalui kerja sama dengan laboratorium mitra. Perusahaan juga berencana memfasilitasi pembayaran dengan tenor hingga 24 bulan melalui kolaborasi dengan lembaga pembiayaan dan penyedia layanan pembayaran.

Selain distribusi bahan baku, adevegroup mengembangkan metode ekstraksi internal bernama Super Hydro™ yang masih dalam proses pengajuan paten. Untuk kebutuhan manufaktur produk herbal, perusahaan juga bekerja sama dengan PT Heksatamaprima.

Sementara itu, melalui 11brotherhoodcom, adevegroup mengembangkan layanan pendukung ekspor yang mencakup pengurusan legalitas dan perizinan, kepatuhan usaha, hingga fulfillment berupa pergudangan, pengemasan, dan pengiriman.

Platform tersebut diarahkan untuk membantu produsen lokal memasuki pasar Malaysia, Thailand, dan negara-negara ASEAN lainnya. Layanan ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha dari kawasan ASEAN untuk menjangkau pasar Indonesia.

Pada 2027, adevegroup menargetkan dapat membantu 1.000 UMKM Indonesia memasuki pasar ASEAN melalui 11brotherhoodcom.

"Dari 1 kilogram bahan baku sampai kontainer ekspor, semuanya bisa melalui satu ekosistem," ujar Adam.

Baca Juga: Indonesia Perkuat Posisi di Industri Obat Herbal Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×