kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

AGTI Nilai Komitmen Presiden Prabowo Jadi Sinyal Kuat bagi Industri Tekstil


Rabu, 14 Januari 2026 / 15:41 WIB
AGTI Nilai Komitmen Presiden Prabowo Jadi Sinyal Kuat bagi Industri Tekstil
ILUSTRASI. Anne Patricia Sutanto (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha). Ketua Umum AGTI, Anne Patricia Sutanto, menyatakan penguatan industri hulu menjadi kunci mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku strategis.


Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) menekankan pentingnya penguatan rantai pasok tekstil nasional untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah industri secara berkelanjutan.

Ketua Umum AGTI, Anne Patricia Sutanto, menyatakan penguatan industri hulu menjadi kunci mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku strategis. 

Meski begitu, selama kapasitas produksi dalam negeri belum mencukupi, impor tetap diperlukan agar proses produksi tidak terhambat.

“Impor bahan baku bagi produsen yang patuh aturan perlu berjalan cepat dan efisien agar daya saing industri tetap terjaga,” kata Anne dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Pengusaha TPT Beberkan Kendala dan Asa Industri Tekstil Nasional pada 2026

Anne menilai, perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor tekstil dan garmen menjadi sinyal politik dan ekonomi yang kuat bagi keberlanjutan industri padat karya ini. 

Industri tekstil dan garmen berperan vital dalam penciptaan lapangan kerja serta stabilitas sosial-ekonomi nasional.

Menurut AGTI, penguatan rantai pasok perlu dilakukan menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Program hilirisasi yang didorong pemerintah menjadi kunci meningkatkan nilai tambah industri sekaligus memperkuat kemandirian sektor tekstil.

Selain itu, pengembangan teknologi dan semikonduktor juga dianggap strategis untuk penerapan industri 4.0 di sektor tekstil. 

Anne menambahkan, ketergantungan terhadap mesin impor masih tinggi, sehingga penguatan industri permesinan dalam negeri menjadi agenda penting industrialisasi nasional.

Baca Juga: Banjir Impor jadi Biang Kerok Industri Tekstil, Ini Kata Kemenperin & Asosiasi

Usai rapat terbatas di Hambalang, AGTI berharap arahan Presiden segera diterjemahkan dalam kebijakan konkret, termasuk deregulasi, debirokratisasi perizinan, penyediaan energi kompetitif, serta dukungan fiskal dan pembiayaan.

“Dengan kebijakan yang terintegrasi, industri garmen dan tekstil dapat kembali meningkatkan daya saing dan memperkuat posisinya sebagai tulang punggung manufaktur padat karya nasional,” tutup Anne.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/01/14/144100526/rantai-pasok-panjang-asosiasi-minta-kebijakan-perkuat-industri-tekstil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×