kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.920   11,00   0,06%
  • IDX 5.955   29,09   0,49%
  • KOMPAS100 771   6,00   0,78%
  • LQ45 595   5,57   0,95%
  • ISSI 206   0,76   0,37%
  • IDX30 331   3,00   0,91%
  • IDXHIDIV20 425   3,41   0,81%
  • IDX80 88   0,72   0,82%
  • IDXV30 117   0,98   0,85%
  • IDXQ30 108   0,79   0,73%

Ahli keamanan siber soal data warga bocor: data pemilu adalah target utama hacker


Jumat, 22 Mei 2020 / 17:02 WIB
ILUSTRASI. Tangkapan layar under the breach


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

Menurutnya, negara  dapat melibatkan para ahli sektor keamanan siber dalam menilai risiko dan menambal celah keamanan, Meningkatkan kepercayaan, dan memperbarui sistem pemilihan akan membutuhkan kolaborasi terbuka di antara organisasi publik dan swasta. Mencegah pelanggaran data dan peretas memasuki sistem pemilihan mrmangi tantangan. Tetapi dengan kerjasama demi keamanan pemilu, setiap negara dapat menggagalkan upaya pelanggaran atau serangan apapun. 

Sebelumnya akun Twiter Under The Breach mengungkap kebocoran data 2,3 juta warga Indonesia. Berdasarkan tangkapan layar Under The Breach di Twitter, ada hacker berhasil mendapatkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Data tersebut  Daftar Pemilih Tetap anggota DPR DPD dan DPRD DI Yogyakarta tahun 2014.   

Hacker juga mengklaim telah memiliki data lebih dari 200 juta warga Indonesia. Data itu kabarnya dalam format PDF dan si hacker siap membagikan data tersebut. Jika itu benar, artinya hampir seluruh data masyarakat Indonesia bocor. Data  yang dibobol adalah nama, alamat, KTP tanggal lahir, dan masih banyak lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×