kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Alasan Mendag Enggartiasto membuka keran impor sapi


Senin, 09 April 2018 / 19:29 WIB
ILUSTRASI. SAPI IMPOR DARI AUSTRALIA


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan Dalam Negeri Enggartiasto Lukita menyampaikan ketahanan sejumlah pangan untuk menyambut puasa aman, namun demi mengamankan kesediaan daging sapi bakal melalui impor.

Menurut Menteri Enggartiasto, ketersediaan gula, telur dan minyak untuk persiapan jelang puasa sudah aman. Kini pihaknya sedang mengupayakan ketersediaan daging beku dengan harga Rp 80.000 per kilogram melalui impor.

"Importir daging paha depan yang mau dan sanggup menjual ke konsumen Rp 80.000, saya kasih izin impornya, yang tidak sanggup tidak saya kasih izin impornya," jelasnya, Senin (9/4).

Menurutnya, sudah ada beberapa perusahaan mancanegara yang tertarik. Saat ini pihaknya sedang dalam tahap kajian untuk impor dari Australia, New Zealand, Meksiko serta Spanyol. Kini negara baru yang masuk daftarnya adalah Brazil.

Lanjut lagi, Menteri Enggartiasto tidak mempermasalahkan volumenya perdagangannya, asal harga jualnya tetap dipatok Rp 80.000 per kilogram. "Kalau enggak ada yang sanggup, saya impor sendiri," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×