kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.552   22,00   0,13%
  • IDX 6.762   -96,42   -1,41%
  • KOMPAS100 900   -15,63   -1,71%
  • LQ45 660   -9,43   -1,41%
  • ISSI 245   -2,88   -1,16%
  • IDX30 373   -4,03   -1,07%
  • IDXHIDIV20 456   -5,52   -1,20%
  • IDX80 103   -1,36   -1,30%
  • IDXV30 130   -1,39   -1,05%
  • IDXQ30 119   -1,31   -1,09%

Alasan PT KAI impor 180 gerbong bekas dari Jepang


Minggu, 18 Mei 2014 / 21:09 WIB
Alasan PT KAI impor 180 gerbong bekas dari Jepang
ILUSTRASI. Jalan Tol MBZ yang resmi di akuisisi grup Salim dari Jasa Marga


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA.Tahun ini PT Kereta Api Indonesia rencananya akan mendatangkan sekitar 170-180 gerbong kereta api seken alias bekas dari Jepang. Selain karena harganya murah, juga karena industri dalam negeri belum dianggap kompeten untuk memproduksi kreeta yang berkualitas.

"Kalau KRL (kereta api listrik) kita impor dari Jepang. Kenapa nggak baru? wong bayarnya murah. Kalau tarif Jakarta-Bogor Rp 50.000, bisa beli kereta api baru dari Jepang,"ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Ignasius Jonan kepada KONTAN, Jumat (16/4).

Jonan mengatakan, harga gerbong bekas tersebut sekitar US$ 100.000 termasuk ongkos kirim. "Kalau baru (bukan bekas) paling murah kira-kira US$ 1,2 juta. Kalau dibuat PT Inka kira-kira US$ 1 juta," tambahnya.

Mengapa tidak dibuat di PT Inka? "PT Inka saya kira tidak punya kompetensi untuk buat KRL listrik sebagus yang dari Jepang. Belumlah sampai sekarang," ujarnya.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Sugeng Priyono mengatakan, di Jepang kereta seken tersebut umur operasinya sekitar 10-15 tahun."Tahun ini ditargetkan 170-180 gerbong yang didatangkan," ujar Sugeng.

PT Kereta Api Indonesia terus berupaya meningkatkan daya angkut penumpang kereta api listrik di Jabodetabek hingga mencapai 1,2 juta penumpang pada 2018-2019 mendatang. Saat ini, kereta api commuter line mampu mengangkut 600.000-620.000 penumpang per hari.

Untuk mencapai daya angkut 1,2 juta penumpang per hari, BUMN transportasi ini menambah terus jumlah gerbong commuter line hingga mencapai 1.900 gerbong. Saat ini total ada 700 sampai 800 gerbong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×