kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Alasan PT KAI impor 180 gerbong bekas dari Jepang


Minggu, 18 Mei 2014 / 21:09 WIB
Alasan PT KAI impor 180 gerbong bekas dari Jepang
ILUSTRASI. Jalan Tol MBZ yang resmi di akuisisi grup Salim dari Jasa Marga


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA.Tahun ini PT Kereta Api Indonesia rencananya akan mendatangkan sekitar 170-180 gerbong kereta api seken alias bekas dari Jepang. Selain karena harganya murah, juga karena industri dalam negeri belum dianggap kompeten untuk memproduksi kreeta yang berkualitas.

"Kalau KRL (kereta api listrik) kita impor dari Jepang. Kenapa nggak baru? wong bayarnya murah. Kalau tarif Jakarta-Bogor Rp 50.000, bisa beli kereta api baru dari Jepang,"ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Ignasius Jonan kepada KONTAN, Jumat (16/4).

Jonan mengatakan, harga gerbong bekas tersebut sekitar US$ 100.000 termasuk ongkos kirim. "Kalau baru (bukan bekas) paling murah kira-kira US$ 1,2 juta. Kalau dibuat PT Inka kira-kira US$ 1 juta," tambahnya.

Mengapa tidak dibuat di PT Inka? "PT Inka saya kira tidak punya kompetensi untuk buat KRL listrik sebagus yang dari Jepang. Belumlah sampai sekarang," ujarnya.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Sugeng Priyono mengatakan, di Jepang kereta seken tersebut umur operasinya sekitar 10-15 tahun."Tahun ini ditargetkan 170-180 gerbong yang didatangkan," ujar Sugeng.

PT Kereta Api Indonesia terus berupaya meningkatkan daya angkut penumpang kereta api listrik di Jabodetabek hingga mencapai 1,2 juta penumpang pada 2018-2019 mendatang. Saat ini, kereta api commuter line mampu mengangkut 600.000-620.000 penumpang per hari.

Untuk mencapai daya angkut 1,2 juta penumpang per hari, BUMN transportasi ini menambah terus jumlah gerbong commuter line hingga mencapai 1.900 gerbong. Saat ini total ada 700 sampai 800 gerbong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×