kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Aman Agrindo (GULA) Menilai, Benih Unggul Penting untuk Dukung Swasembada Gula


Jumat, 31 Juli 2026 / 19:13 WIB
Aman Agrindo (GULA) Menilai, Benih Unggul Penting untuk Dukung Swasembada Gula
ILUSTRASI. PT Aman Agrindo Tbk (GULA) (Dok/PT Aman Agrindo Tbk (GULA) )


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Target pemerintah untuk mencapai swasembada gula nasional dalam dua tahun dinilai membutuhkan lebih dari sekadar perluasan areal tanam tebu. Peningkatan produktivitas dan rendemen tebu juga menjadi faktor penting untuk mendukung peningkatan produksi gula nasional.

PT Aman Agrindo Tbk menilai, perbaikan kualitas benih menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan produktivitas tebu. Menurut pn, penggunaan benih unggul yang sesuai dengan karakteristik lahan dapat mendukung peningkatan hasil panen sekaligus rendemen gula.

Direktur Utama PT Aman Agrindo Tbk, Andreas Utomo mengatakan, peningkatan produktivitas per hektare menjadi salah satu fondasi untuk mendukung target swasembada gula yang dicanangkan pemerintah.

Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya menambah luas lahan tebu, produktivitas per hektare juga harus ditingkatkan. Salah satu fondasi terpentingnya adalah kualitas benih. 

"Tanaman yang berasal dari benih unggul dan sesuai dengan karakteristik lahan akan memberikan peluang produktivitas dan rendemen yang lebih baik," ujar Andreas dalam keterangan resmi, Jumat (31/7).

Baca Juga: Suryacipta dan UOB Perkuat Promosi FDI untuk Subang Smartpolitan

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menargetkan, Indonesia mencapai swasembada gula dalam dua tahun melalui percepatan peremajaan tanaman tebu, pengembangan kawasan tebu skala besar, peningkatan produktivitas, serta penyediaan benih.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian menargetkan produksi Gula Kristal Putih (GKP) nasional sekitar 3,04 juta ton pada tahun 2026. Pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas tebu melalui penguatan kemitraan antara pabrik gula swasta, badan usaha milik negara (BUMN), dan petani.

Menurut Andreas, peningkatan rendemen perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap budidaya. Hal tersebut mencakup penggunaan varietas unggul, kualitas benih, kesesuaian varietas dengan kondisi agroklimat, hingga pengelolaan budidaya dan proses pengolahan di paabrik gula.

Ia menambahkan, penguatan sistem perbenihan perlu didukung penyediaan benih unggul yang terstandarisasi serta pengembangan pusat pembibitan dan pengawasan mutu benih secara berkelanjutan agar program peremajaan tebu mampu meningkatkan produktivitas secara optimal.

GULA menilai percepatan swasembada gula memerlukan sinergi antara pemerintah, perusahaan gula, petani, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×