kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Pangan Olahan Tak Bisa Asal Dicap Berbahaya


Kamis, 17 September 2026 / 22:15 WIB
Pangan Olahan Tak Bisa Asal Dicap Berbahaya
ILUSTRASI. Produk makanan Minuman Olahan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah pakar gizi menegaskan bahwa pangan olahan tidak bisa begitu saja dicap berbahaya hanya karena mengandung bahan tambahan atau diproses secara industri.  Pasalnya, berbahaya tidaknya akan tergantung pada jenis bahan, dosis, tingkat paparan, kandungan gizi, dan pola konsumsinya.

Oleh karena itu, masyarakat disebut perlu berhenti menilai pangan hanya dari nama bahan atau klaim yang viral di media sosial. Penilaian harus berpijak pada bukti ilmiah, sementara konsumsi tetap perlu dilakukan secara secukupnya dan seimbang.

Seperti diketahui, baru-baru ini muncul informasi berantai dan sejumlah konten di sosial media tentang anggapan bahaya makan sosis. Informasi ini tentu saja bisa menyesatkan jika tidak dilengkapi dengan konteks masalahnya. Padahal, industri makanan olahan memiliki pangsa pasar yang sangat besar dengan rekam jejak yang panjang dan kredibel.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) periode 2022–2026 Giyatmi mengatakan, pembahasan mengenai pangan perlu didasarkan pada bukti ilmiah, bukan sekadar persepsi atau tren. 

Baca Juga: Harga Bahan Baku Naik, Industri Mamin Terjepit Daya Beli

Menurutnya, pendekatan berbasis sains diperlukan untuk menjawab tantangan gizi, keamanan dan ketahanan pangan, sekaligus mendorong inovasi industri pangan.

“Indonesia membutuhkan kebijakan pangan yang dibangun di atas bukti ilmiah agar mampu menjawab tantangan gizi, keamanan pangan, ketahanan pangan, sekaligus mendorong inovasi industri pangan nasional. Teknologi pangan bukan masalah, melainkan bagian dari solusi,” kata Giyatmi dalam keterangannya dikutip Kamis (17/9/2026).

Ia menjelaskan, pengolahan merupakan bagian dari sistem pangan. Proses seperti memasak, pembekuan, fermentasi, pasteurisasi, dan sterilisasi memiliki tujuan berbeda, antara lain mengendalikan kontaminasi, menjaga mutu, mempermudah distribusi, dan memperpanjang masa simpan.

Karena itu, pangan olahan tidak serta-merta dapat disamakan dengan ultra-processed food (UPF). Penilaian terhadap suatu produk perlu mempertimbangkan kandungan gula, garam, lemak, kepadatan energi, nilai gizi, ukuran sajian, serta frekuensi konsumsi.

Giyatmi juga mengingatkan bahwa hasil penelitian mengenai pola konsumsi suatu populasi tidak otomatis membuktikan satu bahan atau produk tertentu sebagai penyebab penyakit. Masyarakat perlu membedakan potensi bahaya suatu bahan dengan risiko aktual yang dipengaruhi dosis dan tingkat paparannya.

Baca Juga: Industri Mamin Tumbuh 6,51%, GAPMMI Soroti Pentingnya Inovasi dan Bahan Baku

Dokter Spesialis Gizi Klinik Casay Chandrawinata menambahkan, pangan olahan tetap dapat dikonsumsi selama menjadi bagian dari pola makan yang seimbang. Ia mencontohkan sosis yang boleh dikonsumsi, tetapi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan.

Di sisi lain, konsumen perlu lebih kritis terhadap klaim kesehatan dengan melihat sumber penelitian, jumlah konsumsi yang dibahas, dan konteks hasil penelitian. Produsen juga perlu memberikan informasi mengenai komposisi, nilai gizi, ukuran sajian, penyimpanan, dan masa kedaluwarsa secara jelas.

Menurut Giyatmi, pembahasan pangan seharusnya tidak berhenti pada pertentangan antara produk alami dan hasil pengolahan. Keamanan, mutu, kandungan gizi, manfaat, serta pola konsumsi perlu menjadi pertimbangan secara menyeluruh dengan sains sebagai landasannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×