kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Antisipasi Arus Balik Mudik Lebaran, Apindo Sudah Siapkan Strategi Berikut


Kamis, 03 April 2025 / 23:06 WIB
Antisipasi Arus Balik Mudik Lebaran, Apindo Sudah Siapkan Strategi Berikut
ILUSTRASI. Arus balik Lebaran 2025 membawa tantangan bagi dunia usaha, terutama di sektor industri dan manufaktur, dalam menjaga kelancaran operasional setelah libur panjang. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa.


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arus balik Lebaran 2025 membawa tantangan bagi dunia usaha, terutama di sektor industri dan manufaktur, dalam menjaga kelancaran operasional setelah libur panjang.

Ketua Bidang Perhubungan dan Logistik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Carmelita Hartoto, menyatakan bahwa pelaku usaha telah memiliki pola antisipasi untuk memastikan transisi yang lancar paska lebaran.

"Aktivitas paska-libur lebaran ini sudah menjadi siklus tahunan. Setiap pelaku usaha umumnya telah memiliki pola dalam mengantisipasi gangguan operasional, baik dari sisi sumber daya manusia maupun rantai pasok," ujar Carmelita kepada Kontan, Kamis (3/4).

Ia menjelaskan bahwa dalam sektor transportasi, misalnya, perusahaan telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan kelancaran arus balik. Langkah tersebut mencakup komunikasi dengan karyawan guna menghindari keterlambatan kembali bekerja, penambahan armada untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan pengiriman barang, serta memastikan kesiapan infrastruktur pendukung.

Baca Juga: Indonesia Kena Tarif Trump 32%, Apindo: Cari Pasar Baru, Kurangi Ketergantungan AS

"Yang tak kalah penting adalah koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, operator pelabuhan, terminal, serta kepolisian, untuk memastikan kelancaran transportasi dan logistik paska lebaran," tambahnya.

Di sektor manufaktur, strategi utama yang diterapkan adalah penyiapan stok rantai pasok sebelum lebaran guna menjaga stabilitas produksi setelah libur panjang. Hal ini dilakukan agar industri tetap dapat beroperasi tanpa hambatan signifikan meskipun ada jeda dalam aktivitas produksi selama libur Lebaran.

Baca Juga: Jasa Marga Imbau Pemudik Kembali Lebih Awal untuk Hindari Puncak Arus Balik

Selain itu, Carmelita menyoroti juga tantangan yang dihadapi dunia usaha dalam memastikan kelancaran operasional setelah libur panjang.

"Meskipun sebagian besar perusahaan telah memiliki pola antisipasi, tetap ada tantangan seperti keterlambatan tenaga kerja kembali bekerja atau penyesuaian dalam rantai pasok akibat berbagai faktor eksternal," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau para pelaku usaha untuk terus beradaptasi dengan kondisi yang dinamis, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang turut memengaruhi industri di dalam negeri,

"Komunikasi yang baik dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan dunia usaha tetap berjalan optimal paska mudik," pungkas Carmelita.

Selanjutnya: Bakal Capai Level Tertinggi Sepanjang Masa, Robert Kiyosaki Sarankan Beli Aset Ini

Menarik Dibaca: Bakal Capai Level Tertinggi Sepanjang Masa, Robert Kiyosaki Sarankan Beli Aset Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×