kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Apindo: Kenaikan TDL memberatkan pengusaha


Selasa, 01 Oktober 2013 / 19:46 WIB
ILUSTRASI. Petir menyambar di langit Jakarta, Jumat (20/5/2022). Cuaca hari ini di Jabodetabek cerah berawan hingga hujan petir, menurut ramalan BMKG. ANTARA FOTO/Fauzan.


Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pada Oktober ini pemerintah akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15%. Kenaikan TDL itu diperkirakan akan memberikan dampak kepada beberapa industri di Tanah Air.

"Tentu ini akan memberatkan industri. Kita sudah melakukan bernegosiasi agar TDL naik tahun depan saja," kata Sofjan Wanandi Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Kementerian Perdagangan Selasa (1/10).

Menurut Sofjan, seharusnya yang perlu dinaikkan adalah TDL rumah tangga, bukan industri yang selama ini menanggung subsidi dari 40 juta rumah tangga.

Ia mengatakan, seandainya tarif dasar listrik rumah tangga dinaikkan sebesar Rp 10.000, maka subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak sampai Rp 15 triliun.

Sofjan bilang, jika kenaikan tarif dasar listrik di tahun ini terlalu tinggi, Apindo akan menegosiasikan  dengan PLN untuk kenaikan TDL pada tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×