kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

APPBI Optimistis Penjualan Ritel Fesyen Naik saat Nataru 2025/2026


Senin, 15 Desember 2025 / 19:08 WIB
APPBI Optimistis Penjualan Ritel Fesyen Naik saat Nataru 2025/2026
ILUSTRASI. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menilai momentum Natal 2025/Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) akan meningkatkan penjualan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menilai momentum Natal 2025/Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) akan meningkatkan penjualan ritel di pusat perbelanjaan, termasuk ritel fesyen.

Optimisme ini tetap hadir meskipun di tengah derasnya stimulus yang dilakukan untuk online store di e-commerce pada akhir tahun, seperti yang teranyar ada perayaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

Sebab, Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan, berbagai promo yang ditawarkan e-commerce tak akan berdampak signifikan terhadap kunjungan ke pusat perbelanjaan yang juga ada toko ritel fesyen.

Baca Juga: 86,6% Masyarakat Kelas Menengah Kunjungi Mal Tanpa Belanja, Begini Penjelasan APPBI

“Saat ini kebutuhan masyarakat untuk melakukan interaksi sosial semakin meningkat terlebih menjelang dan pada saat Natal dan Tahun Baru nanti,” ujarnya kepada Kontan, Senin (15/12/2025).

Maka, ia melihat, tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pun akan meningkat karena masyarakat membutuhkan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Yang pada akhirnya, ini mampu memengaruhi peningkatan penjualan ritel di toko-toko fisik, termasuk ritel fesyen.

Pusat perbelanjaan, lanjut Alphonzus, juga tengah menyelenggarakan banyak kegiatan, acara, atraksi, dan berbagai program aktivitas lainnya. “Ini juga akan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung,” katanya.

Melihat tren peningkatan menjelang Nataru, Alphonzus bilang, momentum ini bakal dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh toko ritel seperti fesyen untuk memaksimalkan penjualan.

Baca Juga: APPBI Minta LMKN Sempurnakan Aturan Pembayaran Royalti Musik 

“Hal ini dilakukan para toko dengan menyelenggarakan berbagai promo belanja khusus, agar masyarakat berbelanja ketika berada di pusat perbelanjaan,” ujarnya.

Alphonzus menambahkan, e-commerce tak dapat memfasilitasi kebutuhan untuk berinteraksi dan menikmati acara yang diadakan di pusat perbelanjaan. Sehingga, hal-hal ini menjadi strategi khusus pusat perbelanjaan bersama para peritel offline, terutama ritel fesyen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×