kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Aprindo Ungkap Pertumbuhan Ritel Nasional Hingga Tutup Tahun 2023 Bisa Capai 4,2%


Rabu, 15 November 2023 / 18:49 WIB
Aprindo Ungkap Pertumbuhan Ritel Nasional Hingga Tutup Tahun 2023 Bisa Capai 4,2%
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey (tengah) saat konferensi pers?di Jakarta Selatan (15/11/2023).


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ritel nasional di tahun 2023 diprediksi bisa menyentuh angka 4% sampai 4,2%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan di tahun 2022 yang berada pada nilai 3,8-3,9%. 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan para pelaku ritel masih memiliki beberapa waktu sebelum tutup tahun dan target ini dinilai positif bisa tercapai. 

“Kita melihat di angka sekitar ya, karena belum selesai kuartal-4 ini, mudah-mudahan bisa di angka 4% sampai 4,2 % karena kalau tahun lalu kita di angka 3,8-3,9 %,” katanya saat ditemui Kontan di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. 

Meski begitu, Roy menambahkan target ini bisa dengan mudah dicapai dengan kondisi tertentu. Karena pertumbuhannya industri retail mengikuti fluktuasi yang terjadi. 

Baca Juga: Dukung Pertumbuhan Sektor Ritel, Aprindo Gandeng ABC Vision Capital

“Dengan catatan, kalau kondusifitas terjaga. Kondusifitas masalahnya kita gak bisa kontrol. Lalu keadaan dalam hal politik, ketersediaan pangan sampai kestabilan harga,” katanya. 

“Tentunya tidak lepas daripada kejadian-kejadian di global. Dimana ini juga berkaitan juga dengan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal kita,” katanya. 

Secara kebijakan moneter, Roy mengatakan pemerintah telah berusaha menekan inflasi. Di mana sejak 2 bulan kemarin (Oktober-November) inflasi Indonesia berada di angka 2,56% dari sebelumnya 2,2%. 

“Ya jadi sebenarnya masih turun naik. Tapi masih jauh lebih baik dari (inflasi) saat pandemi, karena inflasi di pandemi di angka 3-3,2% sekarang sudah 2,56%,” katanya. 

Kemudian, di kuartal 4 ini kenaikan atas pertumbuhan ritel juga didukung oleh beberapa hal. 

Yang pertama adalah karena memasuki masa liburan, natal dan tahun baru (Nataru). Yang kedua adalah Indonesia tengah memasuki masa pesta demokrasi. Di mana dua fenomena ini diharapkan akan berdampak pada kenaikan pengeluaran (spend) masyarakat. 

Baca Juga: Peritel Asing Merajalela di Berbagai Pusat Belanja Indonesia, Ini Komentar Asosiasi

Dan alasan ketiga adalah di akhir tahun ini adanya pengeluaran pemerintah terkait dana belanja yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

“Di akhir tahun ini diharapkan akan naik (pertumbuhan ritel) dari kuartal 3, karena harus ada pengeluaran pemerintah di kuartal 4. Karena, konsumsi pemerintah yang akan berhubungan dengan PDB,” jelasnya.

Roy menambahkan, untuk prediksi pertumbuhan tahun depan, Aprindo juga meletakkan target yang positif, minimal bisa sama pencapaiannya dengan tahun 2023. 

“Ya kembali lagi kondusifitas menjadi hal utama. Kita sudah semakin rasional dan relevan, konsumen juga sudah semakin smart. Kita tidak mau berulang pada masalah yang sama (terkait industri retail),” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×