kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Asaki: Diskon tarif PLN 30% di Waktu Beban Puncak 2 (WBP2) belum efektif


Kamis, 05 Maret 2020 / 16:52 WIB
ILUSTRASI. Pekarja mengamati wall ceramic sebelum proses pembakaran akhir di pabrik Roman Ceramic Balaraja Banten, Kamis (9/3).ASAKI menilai diskon tarif listrik 30% yang diberikan pemerintah di Waktu Beban Puncak 2 (WBP2) kurang efektif./pho KONTAN/Carolus Agus Wal


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

Sedangkan bagi industri keramik yang sejak awal berjalan 24 jam, biasanya peningkatan pemakaian listriknya di shift 3 tidak begitu besar. Adapun yang dikenakan diskon adalah selisih kenaikan listriknya. "Jadi nggak begitu berdampak ke material perusahaan," ujarnya. 

Asaki mengharapkan insentif berupa diskon tarif WBP2 secara penuh dari total pemakaian di jam 23.00-08.00. 

Baca Juga: Antisipasi virus corona, Bukit Asam (PTBA) lakukan tindakan preventif

Edy memperjelas, jika kebijakan diskon listrik WBP2 diubah, tentu dampaknya akan signifikan ke industri keramik. Mengingat  komponen biaya listrik rata-rata berkisar 8%-10% dari total biaya produksi keramik.

"Hal tersebut jika dijalankan pasti ikut membantu meningkatkan daya saing industri keramik dalam negeri," kata Edy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×