kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

AVI tegaskan produk tembakau alternatif bukan untuk anak-anak


Rabu, 03 Juni 2020 / 23:00 WIB
AVI tegaskan produk tembakau alternatif bukan untuk anak-anak


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Sejumlah penelitian di berbagai negara menyatakan bahwa produk tembakau alternatif dapat menjadi solusi bagi perokok dewasa yang ingin tetap mendapatkan asupan nikotin.

Perbedaannya, produk tembakau alternatif tidak dibakar seperti rokok, sehingga tidak menghasilkan asap. Sedangkan proses pembakaran pada rokok menghasilkan asap, TAR, dan zat kimia berbahaya yang dapat memicu berbagai penyakit tidak menular.

“Jadi, nikotin bukan komponen utama yang memicu berbagai macam penyakit tidak menular yang diakibatkan oleh rokok. Bagi anak-anak di bawah umur 18 tahun, jangan pernah mencoba untuk menggunakan produk tembakau alternatif, karena produk ini khusus bagi perokok dewasa dan dapat menyebabkan ketergantungan,” kata Shoim.

Baca Juga: Rokok dapat meningkatkan risiko infeksi virus corona

Lebih lanjut, untuk mencegah produk tembakau alternatif digunakan oleh anak-anak dan non-perokok, Johan mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga asosiasi konsumen, untuk menyebarkan informasi mengenai batasan usia dan kriteria konsumen yang dapat menggunakan produk tembakau alternatif.

“Semua pihak harus berperan aktif agar peluang untuk mengakses produk tembakau alternatif tidak terbuka bagi anak di bawah umur 18 tahun dan mereka yang tidak merokok. Karena produk tembakau alternatif tidak ditujukan untuk mereka,” tutup Johan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×