Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Avia Avian Tbk (AVIA) tetap optimistis menatap prospek bisnis di semester II-2026 meskipun industri cat masih akan menghadapi sejumlah tantangan hingga akhir tahun.
Head of Investor Relations Avia Avian Andreas Timothy mengungkapkan perusahaan melihat industri cat masih akan menghadapi tantangan, terutama dari sisi daya beli konsumen, volatilitas harga bahan baku, serta pergerakan nilai tukar.
“Namun, kebutuhan renovasi rumah, pembangunan infrastruktur, serta karakter produk cat sebagai kebutuhan perawatan bangunan tetap menjadi faktor pendukung permintaan dalam jangka menengah-panjang,” ungkap Andreas, kepada Kontan.co.id, pada Kamis (20/8/2026) lalu.
Di tengah kondisi tersebut, Avian Brands akan tetap fokus pada strategi yang sudah terbukti efektif, antara lain memperkuat distribusi nasional, meningkatkan penetrasi pasar, menjaga efisiensi biaya, serta melakukan inovasi produk.
Baca Juga: Pasar Menantang, Avia Avian (AVIA) Bidik Pertumbuhan Pendapatan Hingga 10% di 2026
Selain itu, AVIA juga terus memperbesar pangsa pasar dengan fokus menjalankan eksekusi strategi bisnis secara mikro dalam pelayanan di pemasaran dan penjualan.
Strategi ini didukung oleh fundamental operasional yang kuat dan resilien, termasuk jaringan 148 pusat distribusi milik sendiri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, infrastruktur ini memungkinkan AVIA menjaga ketersediaan produk serta memberikan layanan yang cepat dan konsisten kepada pelanggan,”
“Kami optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan semakin memperkuat posisi AVIA sebagai pemimpin pasar cat dekoratif nasional,” ujarnya.
Terkait dengan rencana penyesuaian harga di semester kedua, manajemen menyebut keputusan ini akan sangat bergantung pada sejumlah faktor yakni pergerakan harga bahan baku dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Baca Juga: Ekspansi, Avia Avian (AVIA) Perluas Jaringan Distribusi dan Bangun Pabrik Baru
Apabila tidak terdapat tekanan material dari kedua faktor tersebut, saat ini perusahaan tidak mengantisipasi adanya kenaikan harga tambahan pada semester II- 2026.
“Secara historis, AVIA memiliki rekam jejak yang baik dalam meneruskan kenaikan biaya melalui penyesuaian harga secara terukur. Penyesuaian harga yang telah dilakukan pada tahun ini juga dapat diterima dengan baik oleh pelanggan,” sabut dia.
Ke depan, AVIA akan terus memantau perkembangan harga bahan baku, nilai tukar, serta kondisi permintaan pasar.
Selain menjaga disiplin harga, AVIA juga akan mengoptimalkan strategi pengadaan dan pengelolaan persediaan serta terus meningkatkan efisiensi operasional untuk memitigasi potensi tekanan biaya dan menjaga stabilitas margin.
Baca Juga: Avia Avian (AVIA) Cetak Kinerja Solid pada Kuartal I-2026, Ini Faktor Pendorongnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














