kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Bahlil Segera Terbitkan SK Subsidi Solar untuk Nelayan, Harga Rp 15.000 per Liter


Selasa, 14 Juli 2026 / 16:39 WIB
Bahlil Segera Terbitkan SK Subsidi Solar untuk Nelayan, Harga Rp 15.000 per Liter
ILUSTRASI. Pemerintah segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) khusus terkait pemberian subsidi solar bagi pengusaha nelayan. (DOK/diki mardiansyah )


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) khusus terkait pemberian subsidi solar bagi pengusaha nelayan.

Bahlil mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk memberikan harga khusus solar sebesar Rp 15.000 per liter bagi nelayan yang mengoperasikan kapal berukuran 30 gross tonnage (GT) hingga 200 GT.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan operasional sektor perikanan di tengah lonjakan harga minyak dunia yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar.

"Kaitannya dengan itu kami akan segera buat surat keputusan dari ESDM untuk ditindaklanjuti," kata Bahlil dalam keterangan pers melalui Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (14/7/2026).

Bahlil menegaskan, pemberian subsidi ini tidak akan membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Menurut dia, pembiayaan subsidi akan didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Baca Juga: Persaingan Mobil Listrik Kian Sengit, Produsen Tempuh Beragam Strategi

Pemerintah juga akan menetapkan titik-titik khusus penyaluran bahan bakar minyak (BBM) untuk mencegah potensi penyalahgunaan di lapangan.

"Supaya jangan sampai niat baik dari pemerintah untuk bantu nelayan salah lagi dipergunakan. ini akan kita jaga supaya implementasinya bisa dilakukan dengan baik," jelas Bahlil.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan relaksasi harga solar tersebut diberikan untuk menopang operasional industri perikanan di tengah kenaikan harga solar nonsubsidi yang telah mencapai Rp 21.300 per liter.

"Untuk itu pengusaha nelayan ini perlu diberikan harga kekhususan tadi di bahas harga yang disepakati Rp 15.000/liter," lanjut Airlangga.

Pemerintah juga menyepakati harga acuan solar nonsubsidi sebesar Rp 18.600 per liter. Dengan demikian, terdapat selisih Rp 3.600 per liter yang akan ditanggung melalui dana BPDP.

Baca Juga: Freeport Lapor Smelter Gresik Bakal Beroperasi pada September 2026

Karena itu, pemerintah meminta Kementerian ESDM segera menyiapkan regulasi baru terkait skema subsidi BBM untuk pengusaha nelayan.

"Oleh karena itu Pak Menteri ESDM akan mengeluarkan regulasi terkait dengan subsidi tersebut yang besarnya subsidi kira-kira Rp 3.600 itu akan dibiayai oleh BPDP," lanjutnya.

Airlangga menambahkan, kebijakan harga khusus solar tersebut akan berlaku selama enam bulan dengan total kuota mencapai 400.000 ton.

"Untuk kebijakan ini juga diberikan kuota untuk enam bulan ke depan sebesar 400.000 ton," kata Airlangga.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap pelaku usaha perikanan dapat memperoleh akses BBM dengan harga yang lebih terjangkau sehingga aktivitas produksi dan distribusi hasil tangkapan tetap terjaga di tengah tekanan kenaikan harga energi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×