kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Bayar utang, Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) rilis obligasi Rp 3 triliun


Kamis, 30 April 2020 / 18:01 WIB
Wakil Presiden Direktur PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Suhendra Wiriadinata, Direktur Kurniawan Yuwono, dan Direktur Yan Partawidjaja melakukan Public Expose Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper di Jakarta, 30 Apri


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper I Tahun 2020 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya Rp 3 triliun. Adapun target total dana yang dihimpun untuk obligasi ini sebesar Rp 10 triliun.

Obligasi ini terdiri dari tiga seri, yaitu seri A dengan jangka waktu 370 hari, seri B jangka waktu tiga tahun, seri C dengan jangka waktu lima tahun.

Adapun bunga obligasi dibayarkan setiap tiga  bulan sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi.

Baca Juga: Ini 10 saham net buy terbesar investor asing pada perdagangan Kamis (30/4)

Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 4 September 2020, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing adalah pada tanggal 14 Juni 2021 untuk Obligasi Seri A , 4 Juni 2023 untuk Obligasi Seri B dan pada tanggal 4 Juni 2025 untuk Obligasi Seri C.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Kamis (30/4), manajemen INKP menjelaskan dana hasil penerbitan Obligasi tersebut akan digunakan untuk sejumlah keperluan.

Rinciannya sekitar 60% akan digunakan untuk pembayaran kembali utang INKP berupa pokok pinjaman dan bunga pada saat jatuh tempo. Kemudian, sekitar 40% akan digunakan untuk modal kerja  yang terdiri antara lain adalah pembelian bahan baku pembantu produksi, energi dan bahan bakar, barang kemasan serta biaya overhead.

Baca Juga: Asing masuk, IHSG ditutup menguat 3,26% ke level 4.716,40, Kamis (30/4)

Melansir laporan keuangan INKP di 2019 penjualan neto konsolidasian emiten kertas ini pada 2019 sebesar US$ 3,223 miliar atau turun sebesar 3,4 % dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar US$ 3,335 miliar.

Adapun laba usaha konsolidasian mengalami penurunan dari US$ 894,0 juta di 2018 menjadi US$ 560,4 juta di 2019 atau turun sebesar 37,3%.




TERBARU

[X]
×