kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Petrokimia Dorong Pertanian Berkelanjutan Lewat Inovasi GladiAgro


Rabu, 12 Agustus 2026 / 18:45 WIB
Petrokimia Dorong Pertanian Berkelanjutan Lewat Inovasi GladiAgro
ILUSTRASI. Tim inovator muda PT Petrokimia Gresik Solusi Agroindustri (KONTAN/Alya Fathinah)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Krisis pertanian tidak selalu bermula dari kurangnya pupuk. Di balik produktivitas lahan yang terus dituntut meningkat, ada persoalan yang kerap luput dari perhatian, yakni tanah yang kehilangan kesuburannya.

PT Petrokimia Gresik (Persero) mencoba menjawab persoalan tersebut melalui dengan meluncurkan GladiAgro: Next-Gen Soil Revival, inovasi yang dirancang untuk memulihkan kesehatan tanah sekaligus mendorong pertanian berkelanjutan.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan GladiAgro dikembangkan untuk menjawab persoalan mendasar yang memengaruhi efektivitas pemupukan dan produktivitas pertanian, yakni menurunnya kualitas tanah.

“GladiAgro merupakan bagian dari upaya Petrokimia Gresik menghadirkan solusi atas persoalan kesehatan tanah. Kami ingin membantu petani memperbaiki kondisi lahan agar pemupukan menjadi lebih efektif, produktivitas meningkat, dan keberlanjutan pertanian tetap terjaga,” ujar Daconi dalam keterangannya, Rabu (12/6/2026). 

Baca Juga: Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas Jangka Panjang

Data pengujian Petrokimia Gresik menunjukkan persoalan tersebut bukan sekadar ancaman. Dari 40.282 sampel tanah yang diuji sejak 2016 di 27 provinsi, sebanyak 91,9 persen memiliki kandungan karbon organik rendah.

Tanah dengan kandungan karbon organik rendah berisiko mengalami penurunan kualitas dan kesuburan. Dampaknya merembet ke efektivitas pemupukan hingga kemampuan lahan menopang peningkatan produktivitas pertanian.

Persoalan ini antara lain dipengaruhi penggunaan pupuk yang belum berimbang serta praktik pembakaran limbah pertanian. Padahal, limbah yang selama ini dianggap sebagai buangan dapat dikembalikan menjadi sumber nutrisi bagi tanah.

Inovasi tersebut memanfaatkan Petro Gladiator, produk hayati berbasis mikroba unggul, untuk mengolah limbah pertanian menjadi Nutrisi Organik Cair (NOC). Nutrisi ini kemudian dikembalikan ke lahan untuk meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, dan membantu memulihkan kesuburannya.

Dengan pendekatan tersebut, GladiAgro tidak hanya berbicara tentang pemupukan, tetapi juga tentang memperbaiki fondasi tempat tanaman tumbuh. “GladiAgro menyasar akar permasalahan pertanian berupa rendahnya kesuburan tanah. Petro Gladiator berperan sebagai dekomposer untuk membantu meningkatkan kandungan bahan organik,” kata Daconi.

Baca Juga: Inovasi Petrokimia Gresik Wakili Indonesia di UN Global Compact Leaders Summit 2026

Menurut dia, tanah yang lebih sehat akan membuat penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus membuat lahan lebih adaptif menghadapi perubahan iklim.

Bagi Petrokimia Gresik, GladiAgro menjadi bagian dari upaya menggeser cara pandang terhadap pertanian: bukan sekadar bagaimana memberi makan tanaman, tetapi bagaimana menghidupkan kembali tanah yang menjadi tempat tanaman bertumbuh.

Inovasi Petrokimia Gresik tersebut telah meraih penghargaan tertinggi Outstanding Distinguished Innovator dalam ajang SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 yang diselenggarakan Indonesia Global Compact Network (IGCN). Prestasi tersebut juga membuka jalan bagi GladiAgro untuk diperkenalkan dalam forum UN Global Compact di New York, Amerika Serikat, September 2026.

GladiAgro telah diterapkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk berbagai komoditas pangan dan hortikultura, didukung AgrooFertile App berbasis AI yang memberikan rekomendasi pemupukan sesuai komoditas dan kondisi lahan. Inovasi ini berpotensi direplikasi di berbagai wilayah dan mendukung sejumlah target SDGs, termasuk ketahanan pangan, peningkatan kapasitas petani, produksi berkelanjutan, pemulihan ekosistem, dan kolaborasi multipihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×