kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45880,01   -8,49   -0.96%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Begini evaluasi realisasi penyerapan gas US$ 6/mmbtu dari empat sektor industri


Jumat, 26 Maret 2021 / 22:11 WIB
Begini evaluasi realisasi penyerapan gas US$ 6/mmbtu dari empat sektor industri
ILUSTRASI. Gas industri. ANTARA FOTO/Moch Asim/aww.

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah sektor industri menyampaikan evaluasi setelah hampir setahun menerima stimulus harga gas untuk industri seharga US$ 6/mmbtu. Masih ada beberapa kendala yang terjadi di lapangan. 

Menurut Sumber Kontan seorang pelaku industri di sektor besi dan baja mengatakan ada dua kendala penyerapan gas di sektor industri besi dan baja. "Pertama dari sisi pasokan. Volume gas belum sesuai, cenderung kurang dengan kebutuhan industri baja nasional. Hal ini terjadi pada beberapa perusahaan baja," jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (26/3). 

Faktor kedua adalah dari sisi industri baja nasional karena beberapa penerima harga gas khusus (US$ 6/mmbtu) belum pulih dari dampak Covid-19 sehingga serapan gas masih belum maksimal.  

Dia memaparkan, rata-rata realisasi pemakaian sebenarnya cukup tinggi hingga 90% namun demikian sangat bervariasi antar perusahaan dengan rentang pemakaian 20% - 280%. Hal ini menunjukkan ada perusahaan yang belum mampu menyerap sesuai kontrak karena terdampak Covid-19. Menurunnya produksi dipengaruhi turunnya permintaan ke beberapa jenis produk. Namun, di sisi lain ada juga perusahaan yang justru membutuhkan pasokan lebih besar dari kontrak.

Baca Juga: Asaki: Industri keramik sudah maksimal menyerap gas industri US$ 6/mmbtu

Pihaknya lebih optimistis dengan tahun ini karena proyeksi ekonomi membaik dan kebutuhan baja diharapkan juga meningkat. Ditambah lagi dengan adanya stimulus proyek-proyek strategis pemerintah. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah pemerintah bisa menjaga volume impor lebih rendah lagi dibandingkan tahun 2020. 

"Pengendalian volume impor ini yang paling penting. Terbukti di tahun 2020 impor dapat ditekan turun hingga 33%, produksi baja nasional tumbuh 19% meskipun demand nasional sedikit turun 5%," pungkasnya. 

Menurutnya,  usulan agar penyerapan gas bisa terus meningkat adalah dengan melakukan pengendalian impor baja untuk meningkatkan utilisasi kapasitas industri baja nasional. 

Usulan lainnya, perluasan cakupan penerima harga gas khusus untuk perusahaan-perusahaan atau produsen baja nasional yang belum mendapatkan harga gas khusus serta konsistensi penyaluran bagi yang sudah menerima sesuai dengan kebutuhan. Bagi sektor di industri lain, ada sejumlah kendala yang dirasakan sehingga realisasi penyerapan gas US$ 6 mmbtu belum optimal. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×