kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Bisnis Rental Mobil Tetap Optimistis Jelang Akhir Tahun


Minggu, 01 November 2026 / 20:16 WIB
Bisnis Rental Mobil Tetap Optimistis Jelang Akhir Tahun
ILUSTRASI. Pembangunan IKN Dorong Pertumbuhan Pelaku Usaha Rental Mobil (Dok/Asperda Kaltim)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha rental kendaraan masih optimistis terhadap prospek bisnis menjelang akhir tahun 2026. Meski pemerintah melakukan pemotongan anggaran perjalanan dinas, permintaan sewa kendaraan dinilai masih cukup baik.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Organisasi Pengusaha Rental Kendaraan Indonesia (Asperda) Erwin Suryana mengatakan, permintaan rental kendaraan secara umum masih menunjukkan kondisi positif. Secara siklus, permintaan biasanya meningkat pada periode akhir tahun.

“Sejauh ini permintaan masih cukup baik, dan kami masih optimis. Khususnya periode akhir tahun ini yang secara siklus memang selalu naik permintaannya,” ujar Erwin kepada Kontan, Minggu (1/11/2026).

Baca Juga: RSPO Tegaskan Nol Toleransi Pembakaran Lahan, Siapkan Sanksi bagi Pelanggar

Menurut dia, pemangkasan sekitar 30% anggaran perjalanan dinas pemerintah pusat memang berpotensi memengaruhi bisnis rental kendaraan. Namun, pasar rental tidak sepenuhnya bergantung pada belanja pemerintah.

“Belanja pemerintah memang jadi pengungkit pertumbuhan, namun demikian itu bukan faktor satu-satunya. Ada variabel lain seperti belanja sektor swasta dan konsumsi masyarakat,” katanya.

Erwin menyebutkan, kontribusi perjalanan dinas pemerintah terhadap pasar rental kendaraan secara umum berada di kisaran 25%-40%. Rentang tersebut berbeda antar daerah, tergantung karakteristik permintaan dan aktivitas ekonomi masing-masing wilayah.

Untuk mengantisipasi perubahan permintaan, Asperda mendorong pelaku usaha rental melakukan diversifikasi pasar. Salah satunya dengan memperbesar porsi pelanggan dari sektor swasta, seperti manufaktur, logistik, perkebunan dan pertambangan yang memiliki kebutuhan mobilitas operasional tinggi.

Pelaku usaha juga didorong mengoptimalkan pasar retail melalui layanan sewa harian, pariwisata, hingga kebutuhan kendaraan untuk event dan wedding.

Selain itu, perusahaan rental dapat menyesuaikan paket layanan, misalnya menyediakan paket halfday serta layanan drop-in dan drop-out. Langkah ini dinilai dapat memperluas pilihan layanan tanpa hanya mengandalkan paket fullday service.

Baca Juga: Cisadane Sawit Raya (CSRA) Kantongi Laba Rp 306 Miliar pada Kuartal III-2026

Dari sisi operasional, Erwin meminta pelaku usaha memperkuat fleet management dengan mengoptimalkan perawatan unit dan pengaturan operasional kendaraan untuk meningkatkan efisiensi.

Digitalisasi pemasaran juga menjadi salah satu strategi yang didorong Asperda, termasuk dengan mulai memasarkan layanan melalui marketplace domestik maupun luar negeri.

Di sisi lain, tren penggunaan kendaraan listrik mulai masuk ke bisnis rental. Erwin mengatakan terdapat kecenderungan peningkatan permintaan terhadap layanan rental mobil listrik.

“Kami sebagai pelaku usaha tentu menyesuaikan dengan permintaan pasar. Saat ini sebagian sudah mulai ada peningkatan penggunaan mobil listrik di kalangan pelaku usaha rental kendaraan,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×