Reporter: Revita Rita Rani | Editor: Hendra Gunawan
JAKARTA. Pelemahan ekonomi Indonesia membuat pelaku industri memutar otak dan berimprovisasi menjaga keseimbangan bisnisnya. Ini pula yang dilakukan produsen produk saniter PT Surya Toto Indonesia yang berusaha memperbesar pasar ekspor.
Setia Budi Purwadi, Direktur Keuangan dan Sekretaris PT Surya Toto Indonesia Tbk mengatakan, sepanjang pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bercokol di angka 5%, tak ada yang bisa mereka lakukan untuk menggenjot penjualan di Indonesia.
Maklum, produk emiten berkode saham TOTO ini berkaitan langsung dengan industri penopang pertumbuhan ekonomi, yakni properti. "Saat pasar domestik turun dan stok kami banyak, kami harus ekspor," kata Setia kepada KONTAN, Senin (23/11).
TOTO memiliki banyak produk saniter, fitting, perlengkapan sistem dapur dan peralatan elektronik. Dari beragam produk yang dihasilkan ini, saniter menjadi tulang punggung penjualan TOTO di Indonesia dan di luar negeri.
Upaya TOTO memperbesar ekspor terlihat dalam laporan keuangan kuartal III-2015 dengan realisasi ekspor Rp 476 miliar, tumbuh 31,8% ketimbang ekspor periode yang sama tahun lalu Rp 361 miliar. Kontribusi ekspor ini naik dari semula 24% di kuartal III-2014 menjadi 28% pada kuartal III-2015.
Meski lesu, penjualan TOTO di pasar domestik masih tumbuh, meski tak begitu memuaskan. Sampai kuartal III-2015, penjualan TOTO tercatat Rp 1,19 triliun, naik 6% ketimbang penjualan pada periode yang sama tahun lalu Rp 1,13 triliun. Setia bilang, kondisi penjualan domestik mencerminkan kondisi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
Secara keseluruhan, penjualan TOTO sampai kuartal III-2015 naik 12,3% menjadi Rp 1,67 triliun. Secara tahunan, manajemen TOTO optimistis bisa mencatat pertumbuhan, meski sulit mengejar pertumbuhan seperti tahun lalu.
Adapun untuk tahun depan, manajemen TOTO tak mau sesumbar mematok pertumbuhan penjualan. Secara khusus, manajemen TOTO membidik penjualan produk saniter setidaknya sama dengan tahun 2015. Sampai September 2015, penjualan produk saniter TOTO tercatat Rp 726 miliar, turun 3,71% dari penjualan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 754 miliar.
Permintaan India naik
Setia bilang, realisasi ekspor TOTO terbesar di kuartal III-2015 tercatat menuju Malaysia, Vietnam dan Amerika Serikat (AS). Merujuk laporan keuangan, TOTO mencatat kenaikan transaksi keuangan dengan perusahaan afiliasinya di Vietnam, India, Jepang dan Amerika Serikat (AS).
Setia bilang, kenaikan transaksi tak semata-mata karena ada kenaikan ekspor. Bisa jadi karena keterlambatan setoran pembayaran. Namun begitu, Setia memberi contoh; ekspor TOTO ke India naik 12% tahun ini ketimbang realisasi ekspor tahun lalu US$ 1,74 juta. Itu berarti, ekspor TOTO ke India tahun ini bisa naik menjadi US$ 1,95 juta.
Tahun depan, Setia memproyeksikan ekspor tak berbeda jauh. Untuk menyasar ekspor, TOTO Indonesia mengandalkan afiliasi bisnis global Toto Group di Meksiko, Thailand, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea, dan Eropa.
Terkait produksi, TOTO sedang menyelesaikan pembangunan pabrik alat dapur di Pasar Kemis, Tangerang. Saat ini, mereka sedang melakukan pemasangan mesin dengan target pabrik bisa uji coba Desember 2015.
Pabrik senilai US$ 9,5 juta ini akan menambah kapasitas produksi perlengkapan dapur TOTO dua kali lipat dari sebelumnya 432.000 boks kabinet dapur per tahun. Selain pabrik di Pasar Kemis, TOTO juga punya pabrik di Cikupa dan Serpong yang memproduksi alat saniter dan fitting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













