kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,18   -1,18   -0.13%
  • EMAS957.000 0,53%
  • RD.SAHAM 1.14%
  • RD.CAMPURAN 0.23%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Blak-blakan Wamen BUMN soal 'penyakit' lama yang menggerogoti Garuda Indonesia


Selasa, 20 Oktober 2020 / 13:54 WIB
Blak-blakan Wamen BUMN soal 'penyakit' lama yang menggerogoti Garuda Indonesia
ILUSTRASI. Livery pesawat Garuda Indonesia dengan masker


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo blak-blakan soal “penyakit-penyakit” Garuda Indonesia di masa lalu. Menurutnya, pandemi Covid-19 ini harus dijadikan momentum untuk maskapai pelat merah itu untuk berbenah agar menjadi perusahaan yang lebih baik. 

“Misalnya Garuda sebagai contoh, kita akan memanfaatkan momen Covid ini untuk merestrukturisasi Garuda secara menyeluruh. Garuda kita tahu punya penyakit masa lalu, yaitu mahalnya leasing pesawat di masa lalu,” ujar pria yang akrab disapa Tiko itu dalam webinar, Selasa (20/10/2020). 

Tiko menjelaskan, saat ini pihaknya tengah berupaya melakukan renegoisasi kontrak dengan para leasing pesawat Garuda Indonesia. Sebab, Garuda Indonesia diketahui membeli pesawat dengan harga di atas harga pasaran. 

“Garuda kita lakukan penyelamatan dan melakukan renegoisasi kontrak dan negoisasi beban keuangannya, realokasi rute-rute dan pesawatnya, sehingga diharapkan pasca Covid nanti Garuda sehat dibandingkan Garuda sebelum Covid,” kata Tiko. 

Baca Juga: GMFI Membidik Perawatan Pesawat Pertahanan dan Mesin Gas Industri

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri menuturkan, pandemi Covid-19 ini memiliki dampak negatif dan juga positif bagi BUMN. “Saya rasa Covid ini antara tantangan dan peluang. Ada yang terdampak dan harus diperbaiki, namun juga membuka peluang-peluang baru untuk melakukan perbaikan, inovasi dan pertumbuhan ke depan,” ungkapnya. 

Sebelumnya, maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan kondisi keuangan yang pelik imbas dari pandemi virus corona (Covid-19). Utang Garuda Indonesia sudah menggunung. Pinjaman Garuda per 1 Juli 2020 sudah mencapai 2,2 miliar dolar AS atau Rp 31,9 triliun (kurs Rp 14.500 per dollar AS). 

Baca Juga: Saham publik Garuda Indonesia (GIAA) turun jadi 5,3% setelah pemerintah konversi OWK

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×