kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Boediono: Perumahan masih jadi masalah negara


Senin, 25 November 2013 / 11:50 WIB
ILUSTRASI. Penyakit yang Kerap Menyerang Sistem Pencernaan


Sumber: TribunNews.co | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Presiden Boediono menjelaskan kebutuhan rumah untuk masyarakat Indonesia saat ini masih menjadi permasalahan utama negara. Dari data Kementerian Perumahan Rakyat backlog (kekurangan pasokan) hingga saat ini mencapai 15 juta unit rumah.

Boediono mengimbau kepada pemerintah jika kebutuhan pangan, negara masih bisa mengimpor bahan baku dan bahan jadi. Namun jika kebutuhan papan, adalah tugas pengusaha properti bersama pemerintah menyediakan hunian yang layak.

"Kalau pangan masih bisa diimpor, tapi kalau papan impornya gimana," ujar Boediono membuka Musyawarah Nasional Real Estat Indonesia XIV di Grand Melia, Jakarta, Senin (26/11).

Boediono meminta para pemangku kepentingan untuk membuat regulasi yang memudahkan para pengusaha dan masyarakat. Sehingga para pengembang rumah tidak rugi namun masyarakat juga masih bisa mendapatkan rumah.

"Peraturan masih menghambat. Peningkatannya masuk akal sesuai yang kita butuhkan," kata Boediono.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menegaskan agar pemerintah jangan berlama-lama merumuskan peraturan di sektor properti. Pasalnya sektor properti merupakan kebutuhan pokok yang harus didapatkan seluruh masyarakat.

"Kebutuhan nggak bisa ditawar untuk tempat bernaung, tempat hidup bersama masyarakat," kata Boediono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×