kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Butuh listrik 75 MW, proyek smelter Feronikel Antam (ANTM) molor


Rabu, 06 Januari 2021 / 16:15 WIB
Butuh listrik 75 MW, proyek smelter Feronikel Antam (ANTM) molor
ILUSTRASI. Smelter milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

Dihubungi terpisah, Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN (Persero) Agung Murdifi membenarkan, pihaknya memang sedang membahas kerjasama untuk memasok listrik ke P3FH Antam.

Dia menjelaskan, sepanjang tahun 2020 lalu PLN menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan tujuh smelter. Salah satunya ialah proyek P3FH milik Antam. Meski tidak membeberkan hasil pembahasan terkini, tapi Agung menyampaikan sedang ada pembicaraan kerjasama untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang dalam pasokan listrik ke smelter dan tambang di Halmahera Timur.

"Untuk jangka pendek ada dengan Antam, kami sedang melakukan proses komunikasi dan pengadaan. Sementara untuk jangka menengah dan panjang mulai tahun 2026, PLN salah satunya akan menyuplai smelter tambang di Halmahera Timur," terang Agung kepada Kontan.co.id, Rabu (6/1).

Baca Juga: Kementerian ESDM: Hanya ada satu tambahan smelter baru di tahun lalu

Berdasarkan materi paparan MIND ID, induk usaha Antam, penyediaan listrik di smelter feronikel tersebut targetnya akan tercapai di bulan Februari 2021. Di tahun itu pula proyek smelter tersebut rampung dan beroperasi secara komersial.

Asal tahu saja, proyek smelter feronikel ini sudah dimulai sejak 2017 dan memakan waktu pengerjaan konstruksi selama 30 bulan. Awalnya, smelter ini ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2019. 

Proyek ini memakan biaya investasi sebesar Rp 4,03 triliun yang mana Rp 3,36 triliun di antaranya merupakan porsi pemerintah sedangkan Rp 0,68 triliun hasil dari rights issue publik yang dilakukan Antam.

Selanjutnya: Ini Pilihan Saham di Tahun Kerbau Logam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×