kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,18   -1,18   -0.13%
  • EMAS957.000 0,53%
  • RD.SAHAM 1.14%
  • RD.CAMPURAN 0.23%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

CTCorp lolos prakualifikasi operator Patimbang, begini respons ABUPI


Selasa, 20 Oktober 2020 / 21:17 WIB
CTCorp lolos prakualifikasi operator Patimbang, begini respons ABUPI
ILUSTRASI. Pekerja menggunakan alat reach stackers di Terminal Peti Kemas Perawang, di Kabupaten Siak, Riau, Jumat (7/8/2020).


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengumumkan calon perusahaan operator yang lolos tahap pra kualifikasi proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Pelabuhan Patimban, Jawa Barat, yang dilaksanakan dengan pendampingan bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Dari hasil seleksi yang telah dilaksanakan dengan ketat, hanya satu perusahaan konsorsium yang memenuhi semua kriteria yang ditetapkan. Perusahaan tersebut adalah Konsorsium Patimban yang terdiri dari PT CTCorp Infrastruktur Indonesia, PT Indika Logistic & Support Services, PT U Connectivity Services, dan PT Terminal Petikemas Surabaya.

Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), Aulia Febri, mengungkapkan, kalau ada badan usaha siapapun itu yang sudah lolos artinya telah memenuhi persyaratan yang ada.

Baca Juga: Hanya Konsorsium CTCorp & Indika lolos prakualifikasi operator Patimban

Dia menilai, dengan masuknya PT CTCorp Infrastruktur Indonesia, menunjukkan bahwa bisnis pelabuhan tidak harus dikelola oleh ahli di bidang pelabuhan atau pelayaran.

Kalau terkait masalah CT Corp Infrastruktur yang mungkin belum memiliki izin usaha sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) itu menurut Aulia tinggal mengajukan saja untuk bisa punya izin usaha sebagai BUP.

"SDM mudah direkrut, peralatan dan teknologi serta sistem untuk menjalankan operasi kepelabuhan bisa beli asal punya modal dan finansial, dunia terbuka tidak perlu hanya ahli di pelayaran atau pelabuhan yang dapat berbisnis jadi operator pelabuhan. Itu arogansi namanya," tegasnya kepada kontan.co.id, Selasa (20/10).

Menurut Aulia, ini menariknya, karena untuk menjadi operator pelabuhan itu tidak harus badan usaha yang sudah punya pengalaman mengelola pelabuhan, tapi ada hal-hal lainnya yang penting juga. Misalnya, permodalan, kemampuan financial, tata kelola usaha, dan lain-lain.

 

Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) menyatakan siap ikut lelang operator Pelabuhan Patimban

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×