kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Dahlan minta waktu dua hari bahas Open Access


Rabu, 30 Oktober 2013 / 14:07 WIB
ILUSTRASI. Potensi BI menaikkan bunga acuan membuat pelaku pasar wait and see dan tidak masuk pada lelang kali ini. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Rr Dian Kusumo Hapsari | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Masih banyaknya pro dan kontra atas kebijakan pemerintah melaksanakan open access terhadap pipa milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membuat pemerintah berencana mengkaji kembali atas kebijakannya tersebut.

Menteri BUMN Dahlan Iskan bahkan meminta waktu satu sampai dua hari untuk mempertimbangkan kebijakan open access tersebut. “Kami minta waktu 1 sampai 2 hari kepada PGN untuk mematangkan sistem open access,” kata Dahlan Rabu (30/10) di Kantor Pertamina, Jakarta.

Menurut Dahlan, sistem open access ini sebenarnya sangat menguntungkan bagi negara, tapi tidak demikian bagi PGN. Pasalnya, PGN telah mengeluarkan investasi triliuan rupiah dan waktu yang cukup lama untuk membangun jaringan pipa gas.

Untuk itu, kata Dahlan perlu ada diskusi kembali antara pihak-pihak yang terkait. Sehingga keputusan yang diambil tidak merugikan satu sama. “Nah, saya minta ini untuk dikompromikan dengan baik. Kasih waktu supaya tidak ada terkesan memaksa begitu, tetapi bagaimana PGN bisa mengabdi dan mengompensasi sistemnya itu demi negara, dan juga tidak merasa dirugikan," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×