kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Daikin Melibatkan UMKM dalam Rantai Pasok, TKDN AC Nusantara Prestige Tembus 60%


Rabu, 01 Juli 2026 / 17:51 WIB
Daikin Melibatkan UMKM dalam Rantai Pasok, TKDN AC Nusantara Prestige Tembus 60%
ILUSTRASI. Seri AC DAIKIN untuk hunian produksi Indonesia (DOK/PT Daikin Industries Indonesia)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Peningkatan penggunaan komponen dalam negeri terus menjadi salah satu fokus pemerintah dalam memperkuat daya saing industri manufaktur nasional. Di sektor elektronik, pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi indikator komitmen pelaku industri memperluas pemanfaatan rantai pasok lokal.

Sejalan upaya tersebut, seri AC hunian Daikin Nusantara Prestige mengantongi sertifikat TKDN dengan nilai di atas 60%.  AC Nusantara Prestige merupakan seri AC hunian pertama Daikin yang diproduksi di Indonesia. 

Seluruh produk tersebut diproduksi di pabrik PT Daikin Industries Indonesia yang berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pabrik dengan nilai investasi sekitar Rp 3,3 triliun tersebut merupakan fasilitas produksi AC hunian skala penuh pertama perusahaan Jepang itu di Indonesia. 

Presiden Direktur PT Daikin Industries Indonesia, Hideki Joh mengatakan, pencapaian nilai TKDN tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan mengombinasikan peningkatan kandungan lokal dengan standar kualitas global yang dimiliki Daikin.

Baca Juga: Pemerintah Tahan Tarif Listrik, Beban Subsidi dan Kompensasi PLN Disorot

"Pencapaian nilai TKDN tinggi ini mewakili kemampuan Daikin mengkolaborasikan kemampuan produksi dan peningkatan komponen lokal dengan tetap menjaga kualitas Jepang," ujar Hideki, dalam keterangannya, Selasa (30/6). 

Sementara itu, Direktur PT Daikin Industries Indonesia, Budi Mulia mengatakan, peningkatan nilai TKDN tidak hanya diwujudkan melalui penggunaan komponen dalam negeri, juga dengan melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai bagian dari rantai pasok perusahaan. Termasuk dalam penyediaan bahan baku dan layanan logistik.

Menurut Budi, keterlibatan UKM tersebut diharapkan dapat memperkuat industri nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Ia berharap, pencapaian sertifikasi TKDN tersebut dapat menjadi dorongan bagi pelaku industri elektronik lainnya untuk terus meningkatkan kandungan lokal pada produk yang diproduksi di Indonesia.

"Semakin banyak industri yang  meningkatkan nilai TKDN, semakin kuat pula ketahanan industri nasional seiring dengan pertumbuhan perusahaan ke depan," kata Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×