kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.790   -60,00   -0,36%
  • IDX 8.975   23,58   0,26%
  • KOMPAS100 1.242   7,97   0,65%
  • LQ45 880   6,15   0,70%
  • ISSI 330   1,07   0,33%
  • IDX30 449   0,18   0,04%
  • IDXHIDIV20 532   -0,18   -0,03%
  • IDX80 138   0,98   0,72%
  • IDXV30 148   -0,05   -0,03%
  • IDXQ30 145   0,15   0,10%

Danantara Kebut Kajian Kelayakan Proyek Gasifikasi Batubara Jadi DME


Kamis, 11 Desember 2025 / 13:52 WIB
Danantara Kebut Kajian Kelayakan Proyek Gasifikasi Batubara Jadi DME
ILUSTRASI. Gedung kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara di kawasan Cikini, Jakarta (24/2/2025). Foto KONTAN/Adrianus Octaviano


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah merampungkan kajian kelayakan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME).

Senior Director Oil, Gas, Petrochemical BPI Danantara Wiko Migantoro mengungkapkan, lembaganya berupaya memastikan proyek tersebut dapat berjalan secara ekonomis dan layak dikembangkan pada skala besar.

Wiko mengungkapkan, kajian investasi DME turut dibahas bersama Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi untuk mencari pola distribusi dan skema komersialisasi yang menarik. Ia menekankan perlunya dukungan pemerintah agar harga DME nantinya dapat bersaing dengan LPG yang selama ini menjadi rujukan keterjangkauan masyarakat.

Baca Juga: IMA Soroti Ketidakadilan dalam Penerapan Denda Tambang di Kawasan Hutan

“Diperlukan banyak dukungan dari pemerintah ya, agar kelak harga dari DME ini bisa lebih kurang sama dengan LPG yang sekarang,” ujar Wiko di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan, kemampuan bayar masyarakat menjadi salah satu faktor krusial dalam penentuan keekonomian proyek.

Wiko juga menegaskan pembahasan terkait skema subsidi masih berlangsung. Menurutnya, DME kemungkinan tetap membutuhkan dukungan subsidi, sebagaimana LPG yang saat ini juga disubsidi pemerintah.

Adapun untuk pengembangan proyek, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dipastikan akan menggarap salah satu fasilitas produksi DME berbasis batubara.

Danantara Investment Management akan terlibat pada pengelolaan sisi hulu, sementara PT Pertamina (Persero) direncanakan menjadi penyalur DME ke masyarakat.

"Ya, mereka di upstream-nya, termasuk Danantara Investment Management di situ, itu juga akan diajak untuk partisipasi. Dan channel distribution-nya masih sama rencananya dengan yang sekarang ini, di penyaluran LPG, yaitu Pertamina," tandas Wiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×