Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan industri manufaktur dan perdagangan internasional mendorong kebutuhan layanan logistik yang lebih cepat dan memiliki kepastian waktu pengiriman.
Melihat peluang tersebut, DHL Express Indonesia meluncurkan layanan Heavy Weight Express (HWX), solusi pengiriman udara ekspres untuk kargo berat hingga 1.000 kilogram per koli atau 3.000 kilogram per pengiriman.
Peluncuran layanan ini dilakukan saat peran Indonesia dalam rantai pasok global terus menguat, seiring peningkatan aktivitas manufaktur, ekspor, dan pembangunan infrastruktur yang mendorong kebutuhan logistik berstandar internasional.
Baca Juga: Kemendag Bidik Pasar Ekspor Non Tradisional, Ada Hong Kong, Mozambik hingga Laos
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad, mengatakan, dunia usaha kini membutuhkan layanan logistik yang tidak hanya cepat, tetapi juga mampu memberikan kepastian dan keandalan dalam pengiriman lintas negara.
“Peran Indonesia dalam jaringan distribusi global terus berkembang. Seiring bisnis yang semakin terintegrasi secara global, kebutuhan akan solusi logistik yang menghadirkan kecepatan, keandalan, dan kepastian menjadi semakin penting,” ujar Ahmad dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).
Langkah DHL tersebut diambil di tengah prospek cerah industri logistik nasional. Nilai pasar freight dan logistik Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 139 miliar dollar AS pada 2026, didorong meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan internasional.
Melalui HWX, DHL memperluas layanan Time Definite International dengan menghadirkan pengiriman berbasis waktu (time-definite) untuk kargo berat yang membutuhkan jadwal pengiriman pasti.
Layanan ini didukung jaringan DHL yang menjangkau lebih dari 220 negara dan wilayah, serta terintegrasi dengan armada udara dan jaringan distribusi darat perusahaan.
Berbeda dengan layanan freight konvensional, HWX menggabungkan kecepatan pengiriman ekspres dengan pengawasan end-to-end, pemantauan proaktif, serta struktur biaya yang lebih transparan.
Baca Juga: Zyrexindo (ZYRX) Bidik Pasar Ekspor Negara Berkembang di Tengah Krisis Global
Pelanggan juga dapat memantau status pengiriman secara real-time sejak proses penjemputan hingga barang tiba di tujuan.
Kehadiran layanan ini dinilai semakin relevan seiring meningkatnya keterhubungan industri Indonesia dengan pasar global.
Data menunjukkan ekspor nonmigas Indonesia tumbuh 7,68% secara tahunan pada awal 2025, sementara ekspor manufaktur melonjak lebih dari 16%, mencerminkan semakin kuatnya integrasi industri nasional dalam jaringan produksi dan distribusi dunia.
Untuk menjaga kualitas layanan, DHL menyiapkan Heavy Weight Priority Desks di berbagai negara.
Tim khusus tersebut bertugas memantau pergerakan kiriman secara real-time, mendeteksi potensi hambatan sejak dini, dan melakukan intervensi operasional jika diperlukan.
Setiap pengiriman juga ditangani dengan pendekatan case ownership guna memastikan respons yang lebih cepat terhadap kebutuhan pelanggan.
Menurut Ahmad, HWX dirancang untuk mengisi celah kebutuhan industri yang selama ini belum sepenuhnya terlayani oleh layanan logistik yang tersedia.
“Heavy Weight Express hadir untuk menjawab kebutuhan yang selama ini belum terpenuhi dengan menggabungkan kecepatan pengiriman ekspres dan kemampuan pengiriman heavyweight dalam satu solusi,” katanya.
Baca Juga: Pelaku Industri Mebel dan Kerajinan Optimistis Pasar Ekspor Pulih di Tahun 2026
Layanan ini menyasar sektor-sektor yang sangat bergantung pada ketepatan waktu pengiriman, seperti manufaktur, otomotif, teknologi, farmasi, rekayasa industri, serta minyak dan gas.
Melalui layanan tersebut, DHL berharap dapat membantu perusahaan menjaga kelancaran operasional sekaligus meningkatkan daya saing mereka di pasar global.
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/06/03/154100826/dukung-ekspor-indonesia-dhl-luncurkan-layanan-kargo-cepat-hingga-3-ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













