kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dirut Food Station Tjipinang: Kuartal III sudah di atas target


Senin, 22 Oktober 2018 / 17:52 WIB
ILUSTRASI. Beras kemasan PT Food Station Tjipinang Jaya


Reporter: Kiki Safitri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama PT Food Station Tjipinang  Jaya Arief Prasetyo mengklaim kinerja pada kuartal III telah melebihi target. Tapi sayangnya, ia masih enggan untuk menyampaikan secara detail

“Nanti dulu deh semester II kan sudah, ada laporannya tapi belum detail. Tapi saya juga enggak pegang detailnya. Nanti kalau dibilang kuartal III bagus nanti malah ramai. Yang penting saya garansi diatas target ya,” kata Arief kepada Kontan.co.id, Senin (22/10).

Arief berdalih belum mau mengungkapkan angka perolehan pendapatan pada kuartal III karena beberapa perusahaan beras sedang tidak dalam kondisi yang baik.

“Pokoknya kuartal III sudah di atas target, tapi sekarang karena teman-teman perberasan lagi susah, Jadi enggak etis lah,” tegasnya.

Sebelumnya, pada semester I pendapatan Food Station mencapai Rp 1 triliun. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa masalah yang dialami produsen beras terkait kebijakan pemerintah yang saat ini sedang dalam penyesuaian.

Ia menilai bahwa sejauh ini pemerintah melakukan intervensi pada komoditas beras, untuk mengurangi impor.

“Kan banyak kebijakan pemerintah harus kita ikutin. Challenge lah ini saya bilang, seperti Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) No 59, Harga Eceran Tertinggi (HET), Permendag Nnomor 31. Mereka (produsen beras) lagi fokus ke sana,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×