kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.948   -62,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Ditopang Produk Medis Sekali Pakai, Penjualan Jayamas (OMED) Naik 9,57% di 2025


Jumat, 20 Maret 2026 / 07:56 WIB
Ditopang Produk Medis Sekali Pakai, Penjualan Jayamas (OMED) Naik 9,57% di 2025
ILUSTRASI. Pabrik alat kesehatan PT Jayamas Medica Industri (DOK/OMED)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) meraih kinerja  positif sepanjang tahun buku 2025, yang ditandai dengan peningkatan penjualan dan laba bersih. 

Mengutip laporan keuangan yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (18/3), OMED tercatat membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,06 triliun pada 2025, naik 9,57% dibandingkan Rp 1,88 triliun pada 2024.

Penjualan tersebut ditopang segmen produk medis sekali pakai dan habis pakai sebesar Rp 1 triliun. 

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Bersih Wintermar (WINS) Turun di 2025

Selanjutnya, perawatan luka berkontribusi Rp 333,48 miliar, diagnostik dan peralatan Rp 238,62 miliar, antiseptik dan dialisis Rp 226,53 miliar, bioteknologi dan laboratorium Rp 118,10 miliar. Lalu, alat bantu jalan dan perawatan rehabilitasi Rp 96,17 miliar, perabotan rumah sakit Rp 42,98 miliar, serta lain-lain Rp 1,45 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, beban pokok penjualan meningkat 6,35% menjadi Rp 1,34 triliun dari Rp 1,26 triliun pada tahun sebelumnya.

Meski begitu, laba bruto OMED tetap tumbuh 14,97% menjadi Rp 717,49 miliar pada 2025, dibandingkan Rp 624,02 miliar pada 2024.

Dari sisi operasional, beban usaha naik 18,53% menjadi Rp 326,59 miliar dari Rp 275,54 miliar.

Hingga akhir Desember 2025, OMED tercatat meraih laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan sebesar Rp 366,94 miliar. Angka ini meningkat 14,07% dibandingkan Rp 321,67 miliar pada 2024.

Baca Juga: Produksi Batubara Akan Digenjot, Pemerintah Siapkan Revisi RKAB

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×