kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.883   58,00   0,33%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Diwarnai kolaborasi dan akuisisi, hubungan ritel online-offline kian mesra


Kamis, 16 September 2021 / 21:25 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung mengenakan masker saat berbelanja di gerai Hypermart.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

Dia memberikan catatan, sinergi offline dan online idealnya dapat dihasilkan dengan kolaborasi investasi e-commerce ke ritel konvensional, dengan menciptakan model bisnis omnichannel. Di sini, Taufiq menegaskan perbedaan antara model bisnis omnichannel dengan multichannel.

Perbedaan mendasar dari keduanya adalah soal sumber pendapatan (revenue stream). Dalam model multichannel, kata Taufiq, baik offline maupun online merupakan revenue stream terpisah yang dimiliki perusahaan. 

Sedangkan dalam skema omnichannel, ada kolaborasi online dan offline yang pada ujungnya menjadi satu revenue stream yang tidak terpisahkan. "Arahnya ke kolaborasi online-offline melalui pendekatan omnichannel. Jadi dimungkinkan jika konsumen mencari produk secara online dan membeli produknya secara offline, dan sebaliknya," jelas Taufiq.

Baca Juga: Mulai ekspansi, sejumlah bank ini tengah menyiapkan rencana akuisisi

Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef, Nailul Huda mengungkapkan ada dua strategi yang berpotensi dikembangkan oleh e-commerce atau perusahaan rintisan (start up) teknologi. Pertama mengembangkan ekosistem digitalnya sendiri. Kedua, mengembang ekosistem digital-konvensional.

"Misalnya ada Sociolla yang tengah gencar membuka toko fisik. Begitu juga dengan e-commerce yang punya mitra offline. Bisa jadi layanan RANC bisa dinikmati di Blibli, atau barang Blibli juga bisa dijual melalui jaringan RANC," jelas Huda.

Dengan begitu, perusahaan bisa menawarkan dua layanan sekaligus. Kombinasi offline-online ini akan memberikan dampak positif bagi korporasi lantaran memiliki pasar yang jauh lebih besar jika dibandingkan hanya satu saluran saja.

Pihak ritel konvensional pun tidak akan terdisrupsi oleh teknologi, bahkan bisa lebih berkembang jika bersama dengan perusahaan digital memiliki ekosistem yang komplet mulai dari finance, losgistik hingga payment.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×