kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Blok Abadi Masela Siap Beroperasi, Warga Saumlaki Nantikan Kemudahan Lapangan Kerja


Minggu, 19 Juli 2026 / 12:23 WIB
Blok Abadi Masela Siap Beroperasi, Warga Saumlaki Nantikan Kemudahan Lapangan Kerja
ILUSTRASI. Peta blok Masela (Google Maps/TerraMetrics)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di hadapan hamparan laut yang membatasi Pulau Yamdena, Saumlaki, geliat industri migas nasional kini tengah menapak babak baru. 

Peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek Blok Abadi Masela yang dilakukan melalui daring oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi sinyal, mega proyek ini akan segera beroperasi.

Bukan sekedar seremoni, proyek yang sempat terkatung-katung sejak 28 tahun yang lalu tersebut menjanjikan peningkatan ekonomi hingga kesempatan lapangan kerja bagi masyarakat asli Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Baca Juga: Jaya Sukses Makmur (RISE) Bangun Resort Premium di Ubud Bali, Investasi Rp 1 Triliun

Pemerintah mengklaim proyek gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Blok Abadi Masela bakal menyerap 12.000 tenaga kerja selama masa konstruksi. Sementara pada tahap operasional, proyek ini diproyeksikan membutuhkan sekitar 800 hingga 1.000 pekerja.

Pemerintah juga berjanji bakal memprioritaskan masyarakat di wilayah tier 1 dan tier 2 alias masyarakat setempat untuk mengisi posisi profesional.

Bagi warga lokal seperti Bapak Kuway, momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan harapan akan perubahan nasib ekonomi yang selama ini dinanti.

Pria berusia 73 tahun ini merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sempat bertugas di Kelurahan Saumlaki Selatan. Ia mengungkapkan, masyarakat setempat menaruh ekspektasi besar bahwa berjalannya operasional Blok Masela dapat menjadi katalisator bagi peningkatan kesejahteraan warga.

Baginya, kehadiran proyek strategis nasional di wilayah timur Indonesia ini harus memberikan dampak langsung bagi perputaran roda ekonomi daerah. 

"Kalau blok Masela sudah jalan berarti membantu masyarakat untuk menambah ekonomi masyarakat, itu bagus," ujar saat berbincang dengan Kontan, di Pasar Ngrimase, Saumlaki, Kepulauan Tanimbar belum lama ini.

Namun, di balik optimisme tersebut, terselip catatan mengenai kesiapan tenaga kerja lokal. Kuway mengingatkan, tantangan terbesar yang harus segera diantisipasi oleh pemerintah dan pengelola proyek adalah penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. 

Tanpa persiapan yang matang, ia khawatir warga lokal hanya akan menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri saat tenaga kerja ahli didatangkan dari luar daerah.

"Tinggal bagaimana persiapan SDM-nya. Kalau SDM tidak menunjang, berarti (pekerja) blok Masela datangkan dari luar," ungkapnya.

Memang, persiapan SDM untuk bekerja di Blok Abadi Masela telah dilakukan oleh pemerintah sejak beberapa waktu belakangan ini.

Baca Juga: Bakrie Power Ekspansi Bisnis Waste to Energy, Garap PSEL Surabaya

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan kesiapan SDM lokal ini dibuktikan dengan mengirim sebagian pemuda-pemudi di Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya telah diberangkatkan ke pulau Jawa.

"Sebagian anak-anaknya sudah dikirim untuk sekolah di Cepu di kampus Akademi Migas milik ESDM, milik pemerintah Indonesia dan keluaran mereka akan semuanya kita serap untuk bekerja di proyek Blok Masela," kata Bahlil.

Kesiapan ini menjadi krusial agar kehadiran Blok Masela tidak hanya membawa dampak positif secara makro, tetapi juga memberikan ruang bagi putra-putri daerah untuk terlibat aktif dalam pengoperasian fasilitas gas raksasa tersebut.

Sementara itu, Ano pemuda asli Saumlaki yang kini tengah merantau ke Kota Ambon turut mengharapkan dapat berkontrubusi dalam proyek dengan nilai investasi US$ 20,95 miliar tersebut.

Pria berusia 28 tahun ini yang merupakan sarjana pendidikan di salah satu universitas di Kota Ambon itu, kini tengah menunggu kapan pendaftaran resmi lowongan pekerjaan di Blok Masela dibuka.

"Saya harapkan bisa bekerja di sana, tinggal kapan pendaftarannya mulai dibuka," katanya saat ditemui KONTAN.

Tak hanya sampai di situ, Ano berharap dengan hadirnya proyek tersebut perekonomian di Kepulauan Tanimbar khususnya di Saumlaki yang masuk dalam wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) bisa terangkat.

Dia mengakui, akses masyarakat untuk mendapat pekerjaan layak hingga terbatasnya transportasi untuk menuju ke kota besar menjadi tantangan tersendiri.

"Transportasi dan pendidikan penting buat masyarakat di sana, supaya daerah bisa berkembang lebih baik lagi, juga pariwisata bisa diperbaiki supaya orang-orang bisa datang dan kasih perputaran ekonomi," harapnya.

Baca Juga: PLTA Batangtoru Diklaim Perkuat Kelistrikan Sumatra & Pangkas Emisi 1,9 Juta Ton CO2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×