kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Dorong pemanfaatan energi surya, ini strategi yang disiapkan pemerintah


Rabu, 16 September 2020 / 19:26 WIB
ILUSTRASI. Kompleks perumahan pengguna Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Tangerang, Banten, Senin (7/9). Hingga tahun 2019 Penggunaan PLTS Atap untuk 1.580 orang pelanggan PLTS Atap, sebanyak 1.404 orang merupakan pelanggan rumah tangga. KONTAN/Baihaki/


Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

Pemerintah juga memiliki strategi berupa pengembangan PLTS di area eks tambang di berbagai daerah dengan luas total 2.700 hektare (ha) dan kapasitas pembangkit 2.300 MW.

Rinciannya, di Bangka Belitung direncanakan pembangunan PLTS sebesar 1.250 MW, kemudian PLTS di Kutai Barat sebesar 1.000 MW, dan PLTS di Kutai Kertanegara sebesar 53 MW.

Baca Juga: Kementerian ESDM dorong pemda susun rencana umum ketenagalistrikan daerah

Ada juga strategi pengembangan PLTS terapung dengan total kapasitas 857 MW. PLTS terapung ini tersebar di berbagai lokasi. Di antaranya Waduk Wonogiri, Jawa Tengah, Waduk Sutami di Karangkates, Jawa Timur, Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, Waduk Mrica di Banjarnegara, Jawa Tengah, Waduk Saguling di Jawa Barat, Waduk Wonorejo di Tulung Agung, Jawa Timur, dan Danau Singkarak, Sumatera Barat.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan PLTS Atap secara masif di sektor rumah tangga, komersial, industri, dan kantor pemerintah.

Pengembangan PLTS Atap di daerah-daerah dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah provinsi ataupun kabupaten/kota. “Sinergi ini bisa berbentuk program ekowisata, klaster ekonomi, khususnya program energi surya nusantara,” terang Harris.

Pengembangan PLTS Cold Storage juga dilakukan oleh pemerintah. Caranya melalui optimalisasi dana APBN dan kerja sama dengan Kementerian KKP yang diharapkan akan meningkatkan ekonomi wilayah berbasis EBT.

Tak ketinggalan, pemerintah juga menggalakkan PLTS Hybrid khususnya di daerah 3T atau tertinggal, terluar, dan terdepan, termasuk di pulau-pulau kecil Indonesia. PLTS jenis ini coba dikembangkan di kawasan Indonesia bagian timur untuk penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“PLTS Hybrid juga dikembangkan untuk menggantikan PLTD yang banyak digunakan di kawasan terpencil,” tandas Harris.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×