kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.917   15,00   0,09%
  • IDX 7.180   -121,95   -1,67%
  • KOMPAS100 992   -21,34   -2,11%
  • LQ45 733   -13,36   -1,79%
  • ISSI 252   -5,73   -2,22%
  • IDX30 400   -7,32   -1,80%
  • IDXHIDIV20 500   -10,62   -2,08%
  • IDX80 112   -2,16   -1,90%
  • IDXV30 136   -1,84   -1,33%
  • IDXQ30 130   -2,64   -1,99%

DPR desak Pertamina tindak tegas SPBU nakal


Rabu, 08 Juni 2016 / 20:24 WIB
DPR desak Pertamina tindak tegas SPBU nakal


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta PT Pertamina (Persero) melakukan inventarisasi dan penindakan tegas kepada pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang melakukan pelanggaran takaran.

Ironisnya, temuan kasus nakal SPBU ini oleh pihak penegak hukum, bukan oleh Pertamina.

“Dengan kejadian ini, Pertamina harus memberikan perhatian serius dan lebih jeli lagi mengenali, memantau dan menindak praktik-praktik kecurangan di SPBU.” kata Anggota Komisi VII Fraksi Partai PKS, Rofi Munawar disela-sela Rapat kerja (Raker) dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rabu (8/6).

Ia bilang kecurangan takaran merupakan praktik yang sering didapati di SPBU karena karakteristik transaksinya yang berlangsung cepat karena pengaruh psikologis antrian dan juga modus kecurangannya yang rumit.

Asal tahu saja, berbeda dengan kasus sebelumnya, kali ini modus yang dipakai lebih canggih yaitu menggunakan alat pengendali jarak jauh. Polisi saja memerlukan waktu sebulan untuk memantau dan menangkap tangan pelaku kejahatan ini.

Rofi menambahkan, temuan dan keluhan mengenai perilaku SPBU ‘nakal’ secara faktual sudah sering kali terjadi, namun penindakan yang ada belum sepenuhnya memberikan efek jera.

Kejadian ini tentu saja menjadi catatan penting bagi Pertamina terhadap perbaikan Standard Operation Procedure (SOP) dan pengawasan seluruh SPBU.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×