kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Dabeeo Gandeng IPB Kembangkan Teknologi AI untuk Pantau Nutrisi Sawit


Rabu, 15 Juli 2026 / 18:26 WIB
Dabeeo Gandeng IPB Kembangkan Teknologi AI untuk Pantau Nutrisi Sawit
ILUSTRASI. Kabar baik petani sawit! IPB dan Dabeeo AI kembangkan sistem deteksi nutrisi tanaman lewat satelit. Ketahui cara kerja dan dampaknya. (BWPT) (Dok/BWPT)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Dabeeo Artificial Intelligence Indonesia menggandeng IPB University mengembangkan teknologi deteksi kekurangan nutrisi tanaman kelapa sawit berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan citra satelit beresolusi tinggi. 

Kolaborasi ini menjadi bagian dari pengembangan solusi digital untuk meningkatkan efisiensi pemantauan dan pengelolaan perkebunan sawit.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Executive Vice President Dabeeo Chang Hoon Moon dan Kepala LRI Teknologi Maju IPB University Anas Miftah Fauzi.

Dalam kerja sama ini, Dabeeo akan mendukung penelitian melalui penyediaan data citra satelit serta pendanaan akuisisi data yang dibutuhkan selama proses riset.

Baca Juga: Dabeeo Perluas Teknologi AI untuk Perkebunan Sawit di Indonesia

Head of Business Development Dabeeo Indonesia Rizky Dantri mengatakan, perusahaan siap mendukung kebutuhan penggunaan satelit dalam penelitian tersebut. 

"Jika penelitian membutuhkan penggunaan satelit, kami siap menyediakannya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).

Teknologi yang dikembangkan memadukan AI dengan citra satelit untuk mendeteksi kekurangan nutrisi tanaman tanpa hanya mengandalkan pengamatan visual di lapangan. 

Sistem tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi pengelolaan tanaman yang lebih presisi, termasuk membantu identifikasi penyakit tanaman.

Bagi Dabeeo, proyek ini memperluas pemanfaatan teknologi citra satelit untuk sektor agroforestri. 

Perusahaan mengomersialkan citra satelit beresolusi hingga 30 sentimeter dan mengoperasikan dua satelit untuk pemantauan perkebunan serta tujuh satelit lain yang melayani berbagai kebutuhan industri. 

Baca Juga: Salesforce Hadirkan Teknologi AI untuk Perkuat Bisnis UKM

Teknologinya juga mampu mengidentifikasi kepadatan pohon, tutupan tajuk (canopy), dan perubahan kondisi vegetasi melalui fitur change detection.

Sementara itu, IPB University akan mengembangkan model analisis yang melengkapi teknologi Precipalm, sistem rekomendasi pemupukan kelapa sawit berbasis analisis citra daun yang telah dikembangkan sebelumnya.

Kolaborasi ini ditargetkan menghasilkan sistem pemantauan kesehatan tanaman yang mampu mendeteksi gejala kekurangan nutrisi lebih dini sehingga rekomendasi pengelolaan dapat dilakukan lebih cepat pada areal perkebunan berskala luas.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah peneliti IPB University turut memaparkan hasil riset yang dikembangkan bersama mitra industri untuk mendukung inovasi teknologi di sektor pertanian dan perkebunan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×