kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Duh, impor cabai tahun ini sangat susah


Jumat, 06 Juni 2014 / 17:36 WIB
Promo KFC hari ini di bulan Januari tahun 2023 untuk 3 pilihan menu sarapan dengan harga spesial mulai Rp 19.000-an di pagi hari.


Reporter: Handoyo | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Walaupun Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah membuka impor produk cabai, namun ternyata realisasinya sangat sulit. Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan mengatakan, saat ini tidak banyak negara produsen cabai spesifik seperti yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

Kurangnya suplai kebutuhan produk hortikultura seperti cabai ini menurut Lutfi lebih ke arah siklus masa panen tanamam. "Impor tidak ada, penggantinya hanya dari Myanmar untuk cabai rawit," kata Lutfi, Jumat (6/6).

Lutfi bilang, saat musim panen tiba harga produk hortikultura dapat anjlok, sementara bila sedang tidak panen harga akan membumbung tinggi. Lutif mencontohkan, harga cabai untuk saat ini berada dikisaran Rp 18.000 per kilogram (kg), sementara enam minggu lalu sempat melonjak hingga Rp 90.000 per kg.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) impor cabai dengan kondisi segar dingin untuk periode Januari-April volumenya hanya 14 ton, sedangkan untuk cabai awetan volume impornya sebanyak 1.652 ton

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×