kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Kementan akui sulit jaga stabilitas harga cabai


Selasa, 08 April 2014 / 22:15 WIB
ILUSTRASI. Jumlah penawaran yang masuk dalam lelang kemarin mencapai Rp 11,51 triliun. KONTAN/Baihaki/12/8/2014


Reporter: Mona Tobing | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kementrian Pertanian (Kementan) mengaku sulit untuk menjaga harga cabai stabil di pasar. Sehingga, harga cabai kerap naik terlalu tinggi. Kendala jaringan distribusi membuat harga cabai terus naik.

Hasanuddin Ibrahim, Direktur Jendral Kementan mengatakan, jaringan distribusi terutama transportasi membuat harga cabai di pasar sulit stabil. Kecenderungan selama ini dilapangan, diurai Hasanuddin, terjadi karena petani cabai kesulitan mendistribusikan cabai.

"Misalnya di pasar satu produksi cabai melimpah sehingga harganya murah. Namun dipasar B produksi cabainya sedikit dan harganya mahal. Nah, petani kesulitan untuk memindahkan cabai dari satu pasar ke pasar lain," terang Hasanuddin pada Selasa (8/4).

Persoalan tersebut kata Hassanuddin bukan tanpa solusi. Kementan berupaya untuk terus menyurati Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi transportasi kepada petani. Namun diakui Hasanuddin, hasilnya belum maksimal.

Kementan memprediksi hingga Agustus 2014 kebutuhan mencapai 577.500 ton untuk cabai besar. Sementara cabai rawit sebesar 502.300 ton sampai Agustus 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×