kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45786,44   -4,02   -0.51%
  • EMAS1.008.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Duh, proyek Smelter Ifishdeco (IFSH) terhambat wabah corona


Kamis, 12 Maret 2020 / 20:55 WIB
Duh, proyek Smelter Ifishdeco (IFSH) terhambat wabah corona
ILUSTRASI. PT Ifishdeco Tbk (FISH) melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Kamis (5/12). 


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wabah virus Corona berdampak ke sejumlah sektor, tak terkecuali energi dan tambang. Di subsektor mineral, Corona ikut menghambat pengerjaan sejumlah proyek pabrik pemurnian dan pengolahan alias smelter. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) adalah salah satu yang terkena dampaknya.

Sekretaris Perusahaan IFSH Christo Pranoto mengatakan, wabah corona ini berdampak ke PT Bintang Smelter Indonesia (BSI), anak usaha IFSH yang bergerak di bidang produksi dan penjualan produk turunan ore nikel berupa Nickel Pig Iron (NPI).

Baca Juga: Virus corona bikin sederetan turnamen olah raga ditunda

Christo tak menampik, wabah corona membuat produksi NPI dari fasilitas blast furnance BSI menjadi terhambat. "Jadi untuk BSI terkendala. Efeknya adalah mundurnya jadwal produksi NPI dari blast furnace eksisting," katanya saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (12/3).

Selain menghambat produksi smelter eksisting, Christo mengungkapkan bahwa wabah corona juga ikut mengganjal proyek rotary kin electric furnace (RKEF) yang tengah dikerjakan oleh IFSH. Hal tersebut lantaran Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China belum bisa kembali, serta ketersediaan komponen dan persiapan mesin yang berasal dari China yang tidak terpenuhi.

Alhasil, Chris pun menyatakan proyek smelter nikel IFSH ini akan mengalami kemunduran jadwal operasional. "Iya, kemungkinan mundur karena pabrikasi masih belum bisa lanjut karena pabrik dibatasi aktivitas dan tenaga kerjanya. Kemunduran pabrikasi diikuti kemunduran mesin ke Indonesia," terangnya.

Namun, Chris menyatakan bahwa progres pengerjaan RKEF tidak sepenuhnya berhenti, sebab masih ada yang bisa dikerjakan dengan komponen dan tenaga kerja lokal. "Kami tetap mengerjakan progres pembangunan RKEF yang dapat dilakukan di lokal seperti pondasi dan penyediaan listrik," sebutnya.

Baca Juga: Antisipasi efek wabah corona, Kadin minta pemerintah beri insentif untuk UMKM

Meski begitu, Chris tak membantah bahwa proyek RKEF ini tetap berpotensi untuk mundur dari jadwal operasional yang sebelumnya ditetapkan pada Januari 2022. Hanya saja, Chris bilang bahwa pihaknya masih mengkalkulasi penjadwalan ulang atas operasional smelter RKEF nikel tersebut.

"Kami masih menjadwal ulang dan memperhitungkan berapa lama mundurnya karena belum ada kepastian kapan aktivitas bisa kembali normal setelah wabah virus corona. Bergantung pada penanganan virus corona secara internasional," terang Chris.

Namun, Chris mengatakan bahwa bijih mentah (ore) nikel IFSH tidak berdampak. Pada tahun lalu IFSH memang masih melakukan ekspor bijih nikel ke China dengan porsi hampir 100%. Namun, sejak 1 Januari 2020 ekspor ore nikel kadar rendah sudah dilarang, sehingga IFSH mengalihkan semua penjualannya ke pasar domestik.

Baca Juga: Virus corona dinyatakan pandemi global, begini respon Kadin

"Belum berdampak karena penjualan ore lokal masih berjalan dimana demand dari smelter lokal masih ada. Untuk target penjualan ore masih diupayakan sesuai rencana 2020," tandasnya.

Berdasarkan catatan Kontan.co.id, pada tahun ini IFSH menargetkan produksi nikel sebanyak 2,3 juta metrik ton atau sekitar 191.000 metrik ton per bulan.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×