Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan lifting minyak nasional sebesar 610.000 barel per hari (bph) pada tahun 2026. Salah satu cara menambah produksi minyak, Kementerian ESDM telah memberikan izin kepada sumur minyak masyarakat.
Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pihaknya telah memebrikan izin untuk sumur-sumur masyarakat di daerah Jambi dengan produksi mencapai 900 Barrel Oil per Day (BOPD).
"Intinya yang sudah dapat izin itu baru di daerah Jambi. Tapi sedang berproses Jambi, Sumatera Selatan, sama Jawa Tengah. Jambi sendiri kemarin baru-baru produksi 900 barrel, masih kecil, tapi kan ini pertambahannya akan berproses," kata Laode saat ditemui di gedung Parlemen Senayan, pekan ini.
Baca Juga: Kementerian ESDM Catat Lifting Minyak Capai 605.300 Barel per Hari Sepanjang 2025
Setelah Jambi, kata Laode, nanti baru menyusul wilayah lain. Asal tahu saja pemberian izin kepada sumur-sumur minyak masyarakat menjadi salah satu strategi yang dilakukan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mencapai target lifting minyak nasional.
"Sekarang, untuk 40.000 lebih sumur masyarakat, sebagian izinnya sudah kita keluarkan seperti di Jambi dan Sumatera Selatan, sekarang di Jawa Tengah kita sedang mempercepat proses perizinannya," tuturnya Bahlil di hadapan anggota parlemen Komisi XII DPR RI.
Adapun, strategi berikutnya dilakukan melalui optimalisasi teknologi, antara lain penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) di Blok Rokan milik Pertamina dan Lapangan Banyu Urip yang dikelola Exxonmobil, yang terbukti mampu meningkatkan produksi minyak.
"Strategi yang ketiga adalah bagaimana proyek yang Plan of Development (POD) sudah selesai kita juga melakukan percepatan (untuk produksi). Ini kita sudah panggil dan bicarakan dengan semua Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)," ungkap Bahlil.
Di samping itu, Kementerian ESDM juga akan menawarkan lebih dari 100 wilayah kerja (WK) migas secara serempak dalam waktu dekat. Jumlah blok migas itu lebih besar dari target sebelumnya yang dipatok 75 blok migas. Hal ini dilakukan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Kementerian ESDM menggencarkan eksplorasi di hulu migas.
Sebagai catatan, capaian lifting minyak nasional pada 2025 diklaim Bahlil berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam APBN. Lifting minyak tahun lalu dipatok sebesar 605 ribu barel per hari.
"Alhamdulillah pimpinan (Komisi XII), kami laporkan bahwa lifting minyak kita pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrels per day, artinya target RAPBN 2025 mencapai target ada kelebihan sedikit, itu dari sisi lifting minyak," ujar Bahlil.
Baca Juga: Bahlil Lapor Prabowo: Lifting Minyak 2025 Tembus Target APBN
Selanjutnya: Peluk Peluang Baru: Bangun Personal Branding Otentik Sekarang!
Menarik Dibaca: 9 Manfaat Rutin Makan Buah Pepaya bagi Kesehatan Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













