kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekspor Ban Terpangkas Krisis Amerika


Senin, 13 Oktober 2008 / 17:11 WIB
ILUSTRASI. Stimulus fiskal yang diluncurkan dalam rangka penanganan Covid-19 meliputi relaksasi Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21).


Reporter: Abdul Wahid Fauzie |

JAKARTA. Gelindingan ban tak lagi mulus. Industri ban di tanah air mau tak mau tersandung imbas krisis global yang mengguncang dunia saat ini. Apalagi, pasar Amerika adalah pasar ekspor terbesar kedua setelah Eropa.Tahun lalu, ekspor ban Indonesia ke negeri Abang Sam ini senilai US$ 156 juta.
 
Ketua Umum Asosiasi Produsen Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane bilang, ia telah menurunkan target ekspor bannya pada tahun ini. "APBI menurunkan target penjualannya dari US$ 1,5 miliar menjadi US$ 1,1 miliar," katanya, saat pertemuan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dengan Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian.
 
Selain menciutkan target, produsen ban tanah air juga bakal mengalihkan pasar ke dalam negeri dan Timur Tengah. Apalagi, saat ini muncul isu fasilitas Generalited System of Preference (GSP) alias fasilitas keringanan bea masuk untuk produk ekspor dari negara berkembang antara lain Indonesia akan dicabut. "Kalau ini dicabut, maka bea masuknya akan menjadi mahal sehingga produk kita akan sulit bersaing," paparnya.
 
Walau pasar Amerika krisis, Azis yakin pasar Eropa tetap akan stabil. "Kalau Eropa juga tergerus, maka penjualan ban akan semakin parah," katanya. Sebabnya, pada tahun 2007, penjualan ban ke Eropa menduduki peringkat pertama dengan nilai US$ 200 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×