Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) atau Erajaya Active Lifestyle membidik pertumbuhan kinerja hingga dua digit pada tahun 2026.
Presiden Direktur ERAL Djohan Sutanto menyatakan target penjualan tahun ini ditargetkan tumbuh minimal 20% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Untuk mencapai target tersebut, ERAL akan mengoptimalkan kinerja gerai yang sudah beroperasi sambil tetap memperluas jaringan ritel ke berbagai wilayah di Indonesia.
"Yang organik ini tentunya seperti yang kita lakukan hari ini ya, yaitu dari toko-toko yang ada kita akan maksimalkan produktivitasnya sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Yang kedua kita juga akan melakukan ekspansi 50-60 toko,” ungkap Djohan, dalam agenda paparan publik virtual, Selasa (23/6/2026).
Pertumbuhan bisnis sebenarnya sudah tercermin dari realisasi kinerja perusahaan per kuartal I-2026. Penjualan ERAL melonjak 24,21% dari Rp 1,37 triliun menjadi Rp 1,7 triliun.
Kenaikan penjualan ini turut mengerek laba bersih ERAL sebesar 4,38% menjadi Rp 43,67 miliar.
Baca Juga: Sinar Eka Selaras (ERAL) Tebar Dividen Rp 41,5 miliar dari Laba Tahun Buku 2025
Tak hanya menambah toko, perusahaan juga membuka peluang pertumbuhan melalui penambahan merek baru, baik secara organik maupun melalui aksi korporasi.
Di sisi lain, ERAL juga terus mengembangkan bisnis otomotif melalui brand Xpeng. Saat ini perusahaan telah memiliki delapan showroom dan dealer.
Perusahaan menargetkan peningkatan jumlah dealer menjadi 18 hingga 20 unit sampai akhir tahun 2026. Sebagian besar pengembangan dealer baru tersebut akan difokuskan di luar Jakarta guna memperluas jangkauan layanan kepada konsumen.
“Salah satu fokus kita di tahun ini adalah untuk memperluas jangkauan atau coverage layanan kepada konsumen Xpeng di seluruh Indonesia. Dan pengembangan berikutnya itu sebagian besar akan berada di luar Jakarta,” tambahnya.
Meski demikian, perusahaan tetap mewaspadai tantangan eksternal yang berpotensi memengaruhi kinerja bisnis sepanjang tahun ini.
Manajemen menilai kondisi makroekonomi domestik serta ketidakpastian geopolitik global masih menjadi faktor yang perlu dicermati.
Untuk mengantisipasi pelemahan daya beli masyarakat, perusahaan menjalankan berbagai program promosi dan pembiayaan yang lebih fleksibel, seperti program cicilan 0% hingga penyesuaian terhadap portofolio produk sesuai dengan tren atau daya beli masyarakat saat ini.
Selain itu, ERAL juga menyiapkan program promosi tahunan seperti mid-year sale guna menjaga daya beli konsumen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














