kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

ESDM Minta Perbankan Tingkatkan Pembiayaan ke Industri Migas


Rabu, 03 Desember 2025 / 16:43 WIB
ESDM Minta Perbankan Tingkatkan Pembiayaan ke Industri Migas
ILUSTRASI. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung minta bank Himbara agresif danai proyek migas


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SENTUL. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong perbankan nasional, khususnya bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), untuk lebih agresif menyalurkan pembiayaan ke sektor hulu minyak dan gas (migas).

Menurut Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan, dukungan pembiayaan dari perbankan dalam negeri akan menjadi faktor penting dalam mengakselerasi kegiatan eksplorasi dan produksi.

“Untuk pelaksanaan eksplorasi dan juga kegiatan produksi diperlukan dukungan pembiayaan. Kita mengharapkan kontribusi dari perbankan dalam negeri termasuk dari bank Himbara. itu justru merupakan peluang yang perlu mereka maksimalisasikan dalam rangka bagaimana peringkatan produksi migas di dalam negeri,” ujar Yuliot usai ditemui di agenda Rapat Koordinasi Bidang Dukungan Bisnis SKK Migas - KKKS Tahun 2025 di Sentul, Bogor, Rabu (3/12/2025).

Baca Juga: ESDM Beberkan Jurus Genjot Lifting Minyak 610.000 Barel pada Tahun 2026

Menurut Yuliot, masuknya perbankan nasional ke pendanaan hulu migas tidak hanya memberikan manfaat bagi industri migas, tetapi juga menciptakan peluang bisnis baru bagi perbankan. Ekosistem industri akan terbangun karena pembiayaan juga dapat menjangkau vendor atau kontraktor penunjang migas.

“Kalau ada vendor-vendor yang membutuhkan pembiayaan kan juga ini merupakan prospek pembiayaan yang bisa dilakukan oleh bank Himbara,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mencontohkan, Bank BNI telah membiayai 100% pengembangan Lapangan Mako di Natuna.

"Sebagai contoh, Bank BNI itu membayai 100% pengembangan lapangan Mako di Natuna, 100% dari Bank BNI," ujarnya.

Sebelumnya, Djoko mengungkapkan, eksplorasi migas nasional masih terkendala minimnya pembiayaan. Perbankan dalam negeri disebut enggan menyalurkan kredit untuk eksplorasi karena tingginya risiko.

“Karena tidak satupun bank dalam negeri yang mau membiayai untuk eksplorasi karena risikonya besar,” ujar Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (12/11/2025).

Padahal, prospek temuan migas Indonesia dinilai meningkat. Djoko menyampaikan, success ratio eksplorasi kini mencapai sekitar 30%, melonjak dari sebelumnya 1 banding 10.

Artinya, tiga dari setiap 10 sumur eksplorasi berpotensi menghasilkan temuan migas. Namun, keterbatasan pendanaan membuat anggaran eksplorasi nasional masih kecil, yakni hanya sekitar satu sekian miliar dolar AS per tahun.

Baca Juga: ESDM Optimistis Produksi Minyak Bisa Naik 100.000 Barel per Tahun

Djoko menambahkan, pemerintah telah memperbaiki daya saing investasi melalui penyempurnaan fiscal term dan penyederhanaan perizinan. Namun, persoalan pendanaan tetap menjadi hambatan terbesar dalam upaya mengejar target peningkatan lifting migas.

Djoko menilai, Indonesia dapat meniru Inggris dan Malaysia yang sukses memacu eksplorasi melalui kebijakan pendanaan yang agresif.

“Inggris dan Malaysia pernah menggunakan seluruh revenue hulu migasnya untuk eksplorasi. Dengan itu, mereka bisa mencapai kemandirian energi,” jelasnya.

Djoko berharap pembahasan RUU Migas ke depan dapat memasukkan skema pendanaan yang lebih progresif agar eksplorasi migas dapat berjalan masif dan mendukung peningkatan produksi migas nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×