kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Ewindo dorong petani Halmahera tingkatkan produksi


Rabu, 04 Maret 2015 / 17:11 WIB
ILUSTRASI. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyambut baik peluncuran bursa karbon yang dijadwalkan pada 26 September 2023.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

HALMAHERA. Produsen benih sayuran, PT East West Seed Indonesia (Ewindo), melakukan pendampingan budidaya sayuran kepada petani Halmahera. Lewat program Alih Teknologi Pertanian, hasil produk sayuran di Halmahera diharapkan bisa terpenuhi secara mandiri.

Afrizal Gindow, Sales Marketing Director PT East West Seed Indonesia menjelaskan program alih teknologi pertanian meliputi pengenalan dan intensifikasi budidaya sayuran kepada petani. Plus pendampingan teknis dan pelayanan penyuluhan.

Program tersebut juga mengajarkan kelompok petani untuk dapat melakukan transfer teknologi. Pendampingan teknis dan program penyuluhan dilakukan melalui dua tahap.

Pertama, perbaikan praktik pertanian agar hasil dan kualitas panen meningkat. Kedua, repitisi dan difusi pengetahuan teknis. Repitisi yang dimaksud adalah jika petani ingin menerapkan pengetahuan teknisnya di lahannya sendiri.

Hasilnya nanti, petani mendapatkan keuntungan lebih. Misalnya, untuk petani bawang yang rata-rata memproduksi bawang sebesar 2 ton per 1.000 m2 dengan biaya Rp 2 juta. Harga jual bawang saat ini yang mencapai Rp 25.000 per kg maka petani bisa mendapatkan penghasilan Rp 48 juta untuk satu kali masa tanam.

"Kami optimis petani Halmahera tidak lama lagi dapat memenuhi kebutuhan sayuran di wilayahnya sendiri dan wilayah Indonesia Timur," kata Afrizal pada Rabu (4/3).

Selama ini, produksi sayuran petani belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Halmahera. Sehingga, sayuran segar didatangkan dari Pulau Sulawesi dan Pulau Jawa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×