kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Freeport Pastikan 30% Produksi Tambang dari DMLZ dan Big Gossan untuk Smelter Gresik


Kamis, 20 November 2025 / 15:20 WIB
Freeport Pastikan 30% Produksi Tambang dari DMLZ dan Big Gossan untuk Smelter Gresik
ILUSTRASI. PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan hasil produksi dari dua tambang yang tidak terdampak kejadian longsor material basah pada September lalu, yaitu tambang Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan, sepenuhnya akan digunakan untuk memasok kebutuhan smelter PT Smelting di Gresik, Jawa Timur.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan hasil produksi dari dua tambang yang tidak terdampak kejadian longsor material basah pada September lalu, yaitu tambang Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan, sepenuhnya akan digunakan untuk memasok kebutuhan smelter PT Smelting di Gresik, Jawa Timur.

VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia Katri Krisnati juga menambahkan, bahwa pihaknya memang telah kembali mengopreasikan dua tambang tersebut.

"PTFI telah kembali mengoperasikan tambang Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan yang tidak terdampak insiden Grasberg Block Cave (GBC). Dimana kedua tambang ini secara keseluruhan menyumbang sekitar 30% dari kapasitas produksi perusahaan," kata dia kepada Kontan, Kamis (20/11/2025).

Baca Juga: Freeport Percepat Pemulihan Tambang Grasberg, Produksi Ditarget Meningkat 2026

Katri menambahkan, konsentrat yang dihasilkan dari kedua tambang tersebut saat ini baru dapat memenuhi sebagian kebutuhan operasional PT Smelting.

Kedepannya, Katri bilang, Freeport Indonesia akan kembali memenuhi kebutuhan emas PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, yang didapat dari produk sampingan pemurnian tembaga

"Seiring pemulihan produksi yang bertahap, pengiriman emas batangan kepada Antam akan menjadi prioritas PTFI sesuai komitmen perusahaan," tutupnya

Baca Juga: Antam Sambut Operasi Freeport: Pasokan Emas Nasional Stabil

Sebelumnya, dalam rilis resmi, selain DMLZ dan Big Gosaan, Freeport-McMoRan (FCX.N) telah mengumumkan rencana untuk memulihkan produksi skala besar dari operasi tambang tembaga dan emas terbesar mereka yaitu tambang Grasberg Block Cave (GBC) usai insiden longsor. 

Presiden dan Chief Executive Officer Freeport-McMoRan, Kathleen Quirk mengatakan, perusahaan telah menargetkan kegiatan remediasi agar dimajukan untuk mempersiapkan dimulainya kembali dan peningkatan bertahap tambang bawah tanah Grasberg, pada kuartal II 2026.

Sementara, berdasarkan catatan perusahaan tambang bawah tanah lainnya, DMLZ dan Big, telah beroperasi mulai akhir Oktober 2025.

“Tim kami berkomitmen untuk memulihkan produksi skala besar dan berbiaya rendah di Grasberg dengan cara yang aman, efisien, dan bertanggung jawab," ungkap Kathleen, dikutip Rabu (19/11/2025)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×