kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 18.004   41,00   0,23%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Gandeng Pertamina, Perum Perikanan Indonesia bangun kemitraan petambak udang


Rabu, 05 Desember 2018 / 09:52 WIB
ILUSTRASI. Panen udang


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua perusahaan pelat merah, yakni Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Pertamina bekerjasama membangun kemitraan petambak di Lampung. Hasil tambak udangnya diserap langsung oleh Perindo.

Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda menyampaikan program kemitraan (PK) tersebut memiliki nilai total Rp 40 miliar untuk 514 petambak di Bratasena, Kabupaten Tulangbawang.

Program kemitraan ini akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama disalurkan pada Mei 2018 lalu sebesar Rp 8,5 miliar untuk 110 petambak. Lalu tahap II disalurkan untuk 404 petambak dengan nilai total Rp 31,34 miliar.

Hasil panen berupa udang vaname langsung dibeli oleh Perum Perikanan Indonesia.

"Sesuai kesepakatan dengan Pertamina, Perindo yang jadi off taker. Sehingga, petambak langsung bisa menjual hasil panennya saat itu juga," kata Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda, dalam keterangan resmi, Rabu (5/12).

Dia menjelaskan, Pertamina dan Perum Perindo sudah bersepakat berbagi tugas. Pertamina sebagai penyedia dana program kemitraan, sedangkan Perum Perindo sebagai off taker atau pembeli hasil panennya, sekaligus pendampingan teknis.

Dengan pola demikian, lanjut dia, program ini diharapkan efektif. Karena, dana program kemitraan yang merupakan pinjaman dengan biaya administrasi hanya 3% persen per tahun itu tidak sekadar diserahkan begitu saja. Namun, para petambak penerimanya juga diberi pendampingan, dan dijamin pasarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×