kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.036   36,00   0,21%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

GAPKI: Sertifikasi ISPO–RSPO Bukti Industri Sawit Tak Langgar Ketentuan Lingkungan


Jumat, 05 Desember 2025 / 09:37 WIB
GAPKI: Sertifikasi ISPO–RSPO Bukti Industri Sawit Tak Langgar Ketentuan Lingkungan
ILUSTRASI. PT Perkebunan Mitra Ogan (Mitra Ogan). GAPKI menegaskan bahwa mayoritas anggotanya telah menerapkan praktik pengelolaan berkelanjutan sesuai standar sertifikasi ISPO.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan bahwa mayoritas anggotanya telah menerapkan praktik pengelolaan berkelanjutan sesuai standar sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Hal ini merespons isu yang mengaitkan bencana banjir dan longsor di Aceh serta sejumlah wilayah Sumatera dengan keberadaan perkebunan sawit.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyampaikan bahwa hampir seluruh perusahaan yang tergabung dalam GAPKI telah mengantongi sertifikat ISPO. Sertifikasi tersebut mengharuskan perusahaan memenuhi ketentuan tata ruang, perlindungan daerah aliran sungai (DAS), dan standar keberlanjutan lainnya.

Baca Juga: Pelaku Industri Sambut Balai Pengujian Kemenperin untuk Sertifikasi SNI Produk Impor

“Kalau tidak sesuai tata ruang atau melanggar ketentuan DAS, pasti tidak akan mendapatkan sertifikat ISPO,” ungkap Eddy, kepada Kontan.co.id, Kamis (4/12/2025).

Menurut GAPKI, sejauh ini pihaknya terus memperbarui informasi mengenai anggota yang terdampak bencana. 

Dari laporan awal, gangguan bukan terjadi pada area kebun sawit, melainkan pada akses jalan menuju pelabuhan yang mengalami kerusakan sehingga menghambat mobilitas distribusi.

Ia menambahkan, perusahaan sawit yang mampu memenuhi standar ISPO maupun Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada dasarnya sudah menjalankan prinsip konservasi dan pengelolaan berkelanjutan. Dengan demikian,  sertifikasi tersebut bisa menjadi bukti bahwa operasional perusahaan tidak bertentangan dengan ketentuan lingkungan.

“Apabila bisa lolos ISPO dan RSPO, saya rasa tidak masalah perihal ini,” ujarnya.

Eddy menegaskan bahwa persoalan tata kelola ruang, pengawasan kawasan lindung, maupun mitigasi bencana merupakan kewenangan penuh pemerintah. GAPKI sebagai pelaku usaha berkomitmen menjalankan seluruh kebijakan yang ditetapkan regulator.

Baca Juga: Strategi Intra Golf Link (GOLF) Bidik Pertumbuhan Pendapatan 10% pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×