kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Gara-gara virus corona, rata-rata penjualan mainan turun 30%


Minggu, 05 April 2020 / 15:19 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi penjualan mainan


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) menyebut, wabah virus corona menekan aktivitas bisnis industri mainan dalam negeri. Tak hanya penjualan, ternyata aktivitas bisnis industri mainan terganggu mulai dari produksi hingga distribusi. 

Ketua Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) Sutjiadi Lukas menyatakan, rata-rata penurunan penjualan mainan saat ini sudah sebesar 30%. Dia pun berharap, wabah virus corona cepat berlalu sehingga industri mainan bisa kembali bangkit. 

"Memang perlu waktu yang lama untuk bangkit sehingga saat ini kami hanya dapat bertahan dengan efisiensi biaya pabrik," kata dia kepada Kontan.co.id, Rabu (1/4). 

Baca Juga: Rupiah anjlok, begini harapan pelaku industri manufaktur

Sutjiadi menyatakan, efisiensi tersebut adalah mengurangi waktu kerja pabrik  dari dua shift jadi satu shift kerja bergantian tiga hari sekali. 

Lebih lanjut, jika kondisi ini berlanjut, ada peluang di industri mainan menerapkan pengurangan shift dari kerja tiga hari menjadi seminggu sekali. Ini dengan catatan, penyebaran virus corona masih terjadi sampai Idul Fitri atau awal Juni. 

"Kasihan juga buruh harian kalau sampai di PHK  semoga awal Juni semua bisa ditanggulangi dan.ekonomi dapat normal," tambah dia.




TERBARU

[X]
×