Reporter: Gentur Putro Jati |
JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menggelar Seaweed International Business Forum and Exhibition (SEABFEX III) di Ball Room Hotel Sheraton and Tower Surabaya pada 14-17 Juli 2010.
Salah satu agenda acara tersebut adalah digelarnya trilateral meeting antara Indonesia Seaweed Commission (ISC), Seaweed Industry of The Philippines (SIAP), dan Malaysia Seaweed Association (MSA).
Ani Kustantini, Kasubdit Usaha dan Investasi Ditjen P2HP KKP menjelaskan target pemerintah mempertemukan pelaku usaha rumput laut dunia di forum itu adalah untuk mengundang investor baru agar mau berinvestasi disektor produksi rumput laut basah maupun produk olahannya di Indonesia.
"Saat ini 80% produksi rumput laut Indonesia masih di ekspor dalam bentuk rumput laut kering karena 23 pabrik pengolahan yang ada hanya memiliki kapasitas olah 20% nya untuk menghasilkan produk agar dan karaginan. Melalui SEABFEX III ini diharapkan nilai tambah pengolahan rumput laut di Indonesia bisa meningkat melalui tumbuhnya industri pengolahan rumput laut yang baru," kata Ani, yang juga menjadi Ketua Panitia SEABFEX III, Senin (12/7).
Menurut Ani, SEABFEX ditargetkan dapat menyedot sedikitnya 400 orang peserta. Hingga saat ini sudah terdaftar sebanyak 350 orang dari Indonesia, Filipina, Korea, China, Malaysia, Perancis, India, Jerman, Kanada, Hongkong, Chili, Jepang, dan Nigeria.
"Indonesia merupakan salah satu pemasok terbesar rumput laut di dunia. Karena itu banyak pabrik pengolahan rumput laut di Eropa dan China produksinya sangat terpengaruh dari produksi rumput laut Indonesia. Karena itu mereka sangat antusias ingin tahu perkembangan industri rumput laut di Indonesia," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News