kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Genjot Diversifikasi, GLOB Fokus Garap Bisnis Pengelolaan Sampah pada 2026


Minggu, 24 Mei 2026 / 17:04 WIB
Genjot Diversifikasi, GLOB Fokus Garap Bisnis Pengelolaan Sampah pada 2026
ILUSTRASI. Proyek TOSS GLOB siap jadi sumber pendapatan baru di 2026. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB) semakin mempertegas arah transformasi bisnisnya ke sektor ekonomi hijau, khususnya melalui pengembangan pengelolaan sampah berbasis teknologi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan pada tahun ini.

Anak usaha dari PT Trikomsel Tbk tersebut mulai memfokuskan pengembangan pada proyek Teknologi Olah Sampah Sirkular (TOSS) yang telah mulai diproduksi sejak akhir tahun lalu.

Direktur Utama PT Globe Kita Terang Tbk, Sugiono Wiyono, menegaskan bahwa inovasi ini diharapkan menjadi salah satu motor pertumbuhan baru perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan solusi pengelolaan limbah modern di Indonesia.

Melalui penguatan bisnis ini, GLOB menargetkan pengembangan ekonomi hijau sebagai pilar utama ekspansi usaha ke depan. Menurut perusahaan, sektor pengelolaan sampah memiliki prospek yang semakin menjanjikan seiring meningkatnya volume limbah rumah tangga dan industri.

Baca Juga: Blackout Sumatra Ganggu Industri, Kadin Ungkap Sektor Paling Terpukul

Sugiono menjelaskan bahwa teknologi TOSS dirancang untuk mengolah sampah organik maupun anorganik secara lebih efisien, sehingga dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi berbagai daerah dan sektor industri.

"Inisiatif TOSS ini yang kami harapkan akan bisa menjadi penyumbang atau kontributor revenue perusahaan di tahun 2026 ini," ujarnya dalam paparan publik virtual, pekan lalu.

Cari pendanaan untuk ekspansi TOSS

Untuk mempercepat pengembangan bisnis tersebut, GLOB saat ini tengah mencari tambahan pendanaan, baik untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) maupun modal kerja (working capital).

Perusahaan membuka peluang pembiayaan melalui berbagai skema, termasuk kerja sama dengan mitra strategis. Langkah ini dilakukan agar teknologi TOSS dapat diperluas ke lebih banyak wilayah dan pelaku usaha.

"GLOB sedang berfokus untuk mendapatkan peluang pendanaan, baik melalui pendanaan langsung maupun ber-partner (kerja sama) dengan pihak ketiga, sehingga bisa menyebarkan teknologi TOSS ini kepada banyak area dan perusahaan," kata Sugiono.

 

Ia menambahkan bahwa berbagai hasil dari proyek percontohan akan terus dikembangkan dan disempurnakan. Tujuannya agar teknologi TOSS dapat diimplementasikan dalam skala yang lebih besar dan memberikan dampak ekonomi maupun lingkungan yang lebih luas.

Bisnis mesin kopi masih jadi penopang

Selain fokus pada pengelolaan sampah, GLOB juga tetap mempertahankan bisnis ekosistem kopi sebagai salah satu lini usaha utama.

Pada tahun 2025, segmen mesin kopi tercatat menyumbang sebesar 41,85% terhadap total pendapatan perusahaan. Kontribusi ini menunjukkan bahwa bisnis tersebut masih menjadi salah satu penopang utama kinerja GLOB.

Perusahaan menyebutkan bahwa segmen mesin kopi akan terus dikembangkan untuk melayani kebutuhan rumah tangga hingga perkantoran skala kecil. Untuk mendukung pertumbuhan ini, GLOB juga memperkuat rantai pasok dengan meningkatkan pencarian pemasok lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×